“…limbah praktikum ini tidak dapat mencemari lingkungan. Karena di UII ini, sudah ada AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang jika terjadi pencemaran maka akan terlihat…”

Seorang mahasiswa mengatakan bahwa hasil larutan yang digu­nakan dalam praktikum dibuang begitu saja ke wastafel, apa ti­dak berbahaya? Dari pernyataan dan per­tanyaan tersebut, PROFESI menemui laboran dan ketua laboratorium praktikum Jurusan Teknik Kimia (JTK).

Dua dari prakti­kum JTK adalah Prakti­kum Pengantar Teknik Kimia (PTK) dan Oper­asi Teknik Kimia (OTK). Praktikum ini menggu­nakan bahan-bahan kim­ia, baik berupa padatan maupun cairan. Penggu­naan bahan-bahan kimia dalam praktikum ini tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan memiliki konsentrasi yang rendah.

Baca Juga:  Pidato Milad UII ke - 74

Penggunaan bahan-bahan berbahaya jarang sekali digunakan. Bahan yang sering digunakan adalah seperti larutan asam sulfat, asam asetat, dan asam klor­ida dengan konsentrasi larutan yang san­gat rendah. Begitulah hal yang dijelas­kan oleh Ketua Laboratorium PTK dan OTK, Ir. Bachrun Sutrisno, M.Sc.

Untuk pembuangan limbah dari bahan-bahan yang digu­nakan terbagi menjadi dua penampungan. Penam­pungan dari bahan-ba­han yang tidak berba­haya yang biasanya hanya dibuang melalui wastafel (jika bahan berupa bahan cair) dan dalam penam­pungan berupa dirijen untuk bahan-bahan yang bersifat keras. Pembuangan bahan cair melalui wastafel sendiri, aliran pipa wastafel dari labora­torium-laboratorium memiliki aliran pipa.

Penampungan limbah ini sendiri ada di lantai basement Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI). Sedangkan, bahan-bahan yang bersifat keras, ditampung dalam sebuah dirijen yang nantinya akan diam­bil oleh petugas dari universitas untuk ditampung di penampungan yang ada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengeta­huan Alam (FMIPA).

Baca Juga:  Bakti Sosial HMTI 2016

“Penggunaan bahan-bahan yang bersi­fat keras, jarang sekali penggunaannya di FTI. Dalam satu tahun, belum tentu penuh satu dirijen kecil,” ujar Bagus Handoko seorang laboran laboratorium PTK dan OTK.

Untuk penampungan limbah-limbah tersebut, jika sudah penuh tampungan­nya (over flow), maka akan otomatis ber­pindah ke bak selanjutnya. Perawatan penampungannya sendiri, dilakukan oleh petugas dari universitas. Disediakan petugas yang mengurusi khusus dari uni­versitas untuk bangunan, laboratorium, dan infrastruktur lainnya.

Bagus menambahkan, limbah prak­tikum ini tidak mencemari lingkungan. Karena di UII ini, sudah ada AMDAL (Anal­isis Mengenai Dampak Lingkungan) yang jika terjadi pencemaran maka akan ter­lihat dan selama ini, kondisi lingkungan UII tidak tercemar.

Bagikan: