Ada yang baru di Pesona Ta’aruf  (PESTA) Universitas Islam Indonesia (UII) tahun ajaran 2014/2015. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini ada perubahan alur masuk mahasiswa baru yang menggunakan sepeda motor. Hal ini dikarenakan adanya penyempitan jalan boulevard yang tidak memungkinkan begitu banyak motor masuk ke wilayah kampus bersamaan dengan barisan mahasiswa-mahasiswi baru (maba-miba).

Adanya penyempitan boulevard memang cukup memberikan dampak yang kentara pada penyelenggaraan PESTA. Dalam kasus ini pihak panitia PESTA telah menyiapkan cara untuk menyiasati agar alur masuk maba-miba yang membawa motor itu tetap teratur dan terkendali. Jadi, semua maba-miba dikondisikan masuk ke area kampus melalui jalan dari Degolan.
Maba-miba yang membawa motor diharuskan turun dari motor dan menuntun motor miliknya begitu memasuki area kampus UII menuju area parkir yaitu lapangan sepak bola UII. Kemudian maba-miba itu diharuskan mengikuti alur yang telah ditentukan oleh panitia. Alur tersebut yakni mengitari Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) menuju lapangan sepak bola yang letaknya di depan gedung D3 Ekonomi UII.
Selebihnya, maba-miba yang telah memarkir motornya tetap mengikuti barisan seperti maba-miba yang lainnya yakni barisan yang bermula dari pintu utama (boulevard) UII. Namun hal itu hanya berlaku untuk maba-miba yang datang tepat waktu. Untuk maba-miba yang datang terlambat, pembentukan barisan bermula di depan gedung D3 ekonomi dan menyusul yang lainnya.
Selain itu, kondisi di lahan parkir itupun telah diatur sedemikian rupa oleh panitia agar tidak akan menyulitkan maba-miba ketika akan mengambil kembali motornya. “Justru itu kita buat parkiran motornya seperti ini (berhadapan), sehingga ketika mereka keluar tinggal memundurkan motornya dan bisa lewat mana saja (ketika di lapangan). Dengan ini tidak bakal ada kemacetan,” ungkap Muhammad Fajrin, panitia PESTA dari divisi keamanan.
Akan tetapi ternyata ada saja maba-miba yang menyimpang. Ditemukan sejumlah maba-miba yang tidak memarkir motornya sesuai regulasi yang ditentukan oleh panitia. Terlihat di depan indomaret banyak maba-miba yang berebut tempat parkir. Hal itu pulalah yang dikeluhkan oleh pegawai indomaret. “Parkiran penuh banget mas, tadi pagi parkiran ini penuh sama motor maba. Saya sampai parkir dibelakang, bahkan teman saya sampai parkir di samping. (di samping indomaret.red)” ujar Ati, pegawai indomaret.
Fajrin menambahkan bahwa seharusnya maba-miba mengikuti peraturan yang berlaku. “Semua motor maba memang diarahkan ke Degolan, ya agar semua maba merasakan hal yang sama, itu cobaannya.” Pihaknya mengaku keamanan di area parkir itu sudah diatur dengan baik karena saat maba-miba pulang membawa kembali motornya pun akan diadakan pengecekan STNK. (Farida, Zidny)
Bagikan: