“Belajar di UII adalah proses penanaman nilai, akhlak dan pembelajaran ilmu pengetahuan kepada mahasiswa untuk berproses menjadi insan yang berguna bagi peningkatan kualitas lingkungan di masa depan.”
KULIAH perdana merupakan bagian dari rangkaian acara Pesona Ta’aruf (PESTA) 2014 yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya bagi mahasiswa/i baru UII. Kuliah perdana yang dilaksanakan di Auditorium Kahar Mudzakkir ini bertemakan “menjadi pemimpin bangsa” dan diikuti sebanyak 6441 mahasiswa baru UII (sumber: website UII), pada Senin (1/9).
Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB berisikan motivasi sekaligus nasihat ke para calon pemimpin bangsa yang kelak berkesempatan menjadikan bangsa Indonesia lebih baik lagi, oleh karena itu para pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan banyak hal tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik, berintegritas dan jujur, juga penanaman nilai akhlak yang diperlukan oleh seorang pemimpin. “Belajar di UII adalah proses penanaman nilai, akhlak dan pembelajaran ilmu pengetahuan kepada mahasiswa untuk berproses menjadi insan yang berguna bagi peningkatan kualitas lingkungan di masa depan,” ungkap Harsoyo selaku Rektor UII. Selain itu, ketua Komisi Yudisial, Suparman Marzuki menegaskan bahwa menjadi mahasiswa UII memiliki tanggung jawab dalam mengedepankan nilai integritas dan kejujuran. “Mahasiswa UII juga dituntut untuk memiliki budaya belajar disiplin yang tinggi,” lanjut Alumni Fakultas Hukum UII tersebut kepada mahasiswa baru UII.
Pelaksanaan kuliah perdana tersebut mendapat banyak tanggapan dari para mahasiswa baru UII. Contohnya saja Rosy mahasiswi baru jurusan Akuntansi  yang merasa bahwa kuliah perdana tersebut sangat bermanfaat untuk menambah motivasi belajar di jenjang universitas dan juga pengenalan tentang universitas sekaligus gambaran tentang dunia perkuliahan. Berbeda dengan tanggapan tersebut, Rizka yang merupakan mahasiswi baru jurusan Psikologi mengatakan ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaan kuliah perdana yang seharusnya dapat diperbaiki antara lain monitor di luar gedung auditorium yang menampilkan keadaan di dalam auditorium dalam keadaan tidak menyala sehingga sebagian mahasiswa baru tidak mengetahui kegiatan di dalam gedung. Selain itu, ketika menyanyikan Himne UII para mahasiswa baru tidak dapat mengikuti, dikarenakan belum hafalnya lirik dari Himne UII tersebut. “Seharusnya mahasiswa baru diberi selebaran dari lirik himne UII agar bisa mengikuti”, tegas Rizka. (Tantowi, Romly)
Bagikan: