Pesona Ta’aruf Universitas Islam Indonesia (PESTA UII) 2014 dilaksanakan pada tanggal 3-4 September 2014. Pada hari pertama PESTA, mahasiswa dan mahasiswi baru (maba-miba) diwajibkan untuk membawa berbagai macam atribut dan perlengkapan. Tetapi masih banyak maba-miba yang tidak membawa atribut dan perlengkapan.           

            Atribut dan perlengkapan yang wajib dibawa adalah co-card, buku bacaan dan sembako untuk bakti sosial, alat sholat, alat tulis, dan balon gas. Khusus untuk balon gas, panitia memberikan peraturan khusus, yaitu jika harganya lebih dari Rp10.000 maka maba-miba diperbolehkan untuk tidak membawanya.
            Salah satu maba yang melanggar adalah Fachri dari Fakultas Ekonomi. Ia akhirnya mendapat hukuman karena tidak membawa alat sholat dengan alasan lupa membawanya karena terburu-buru pergi. Fachri dihukum membaca ayat Al-Qur’an oleh Divisi Keamanan PESTA.
            Tak hanya Fachri, masih ada banyak lagi maba-miba yang tidak membawa atribut dan perlengkapan. Ada yang tidak memakai peci, tidak membawa co-card, dan atribut lainnya. Berbagai alasan diberikan ke panitia antara lain lupa, terbawa oleh teman, dan berbagai macam alasan lainnya.
            Selain membawa berbagai macam atribut dan perlengkapan, ada juga aturan untuk pakaian yang dikenakan. Para maba diharuskan untuk memakai kemeja berwarna putih, celana dasar hitam, dasi hitam, peci, dan sepatu hitam. Sedangkan para miba harus menggunakan atasan kurung warna putih, rok panjang hitam, jilbab putih, dan juga memakai sepatu berwarna hitam.
            Salah satu maba dari Fakultas Ilmu Agama Islam mendapat hukuman untuk mengumandangkan adzan oleh panitia. Maba jurusan Ekonomi Islam ini mengungkapkan bahwa dia menerima hukuman karena dia melanggar peraturan yang ada, yaitu memakai sepatu berwarna cokelat. Dia juga menambahkan bahwa ia menerima hukuman yang diberikan oleh panitia karena sudah melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.
            Dengan tidak membawa atribut, perlengkapan,dan juga tidak mengikuti aturan, panitia memberikan hukuman kepada yang melanggar. Hukuman yang diberikan oleh panitia adalah menyanyikan lagu nasional, mengumandangkan adzan, dan membaca ayat-ayat Al Qur’an. Setelah mendapatkan hukuman yang diberikan oleh panitia, maba-miba yang melanggar kembali ke masing-masing jamaahnya untuk mengikuti acara selanjutnya. (Reiny, Ryan)                
Bagikan: