“Dalam satu-dua periode wisuda mungkin mahasiswa berkurangnya cukup banyak sehingga harapannya parkiran bisa kembali normal”

Banyak hal yang berubah setelah pekan ta’aruf  universitas maupun fakultas di kampus perjuangan Universitas Islam Indonesia (UII) usai. Fakultas Teknologi Industri (FTI) terutama, hal yang paling menyilaukan mata ketika masuk ke lingkungan kampus FTI adalah ratusan kendaran bermotor menghambur hampir di setiap tempat yang sebenarnya bukan lahan parkir.
 Parkiran motor yang dikelola oleh FTI selama hampir dua bulan ini sudah melebihi kapasitasnya. Hal ini disebabkan karena meningkatnya jumlah mahasiswa baru di empat fakultas yang menggunakan lahan parkir tersebut yaitu Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),dan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI). Akibatnya, banyak mahasiswa dirugikan dalam hal waktu dan keamanan.
            Dengan membeludaknya parkiran, lapangan basement FIAI menjadi alternatif lahan parkir. Bahkan halaman GOR UII menjadi lahan parkir berikutnya, jika parkiran di lapangan basement FIAI dan parkiran di FTI sudah melebihi batasnya.
            Imam Djati Widodo membeberkan terkait penentuan jumlah mahasiswa baru di FTI “Dari setiap prodi (program studi.red)mengajukan kuota mahasiswa baru tetapi ada estimasi dari rektorat dalam menentukan jumlah mahasiswa barunya,” ujar Dekan FTI tersebut. Ada estimasi penambahan kuota mahasiswa baru yaitu 10-20%. Prediksi yang awalnya untuk menutupi kuota yang ditentukan prodi jika banyak mahasiswa baru yang mengurungkan niat untuk kuliah di UII, malah menimbulkan masalah yaitu parkiran yang melebihi batas maksimal.
            Petugas penjaga parkir juga kewalahan dalam menangani realita ini. Akhirnya, divisi perbekalan FTI mengarahkan para petugas kebersihan untuk membantu menjaga parkir dan mendirikan stand pengecekan STNK di depan FTI, dengan pembagian shift penjagaan, petugas-petugas yang berjumlah 14 orang harus membagi tugas utama mereka memelihara kebersihan dan keindahan kampus FTI UII dengan menjaga parkir yang menjadi tugas tambahan dari Divisi Perbekalan.
Dengan realita yang fenomenal ini, solusi konkret harus segera direalisasikan dengan cepat. Solusi dari orang-orang yang bersangkutan juga beragam. “Penambahan personil petugas keamanandan pembuatan lahan parkir baru karena kasihan adik-adik mahasiswa harus parkir di GOR,” Ujar Agus selaku koordinator keamanan FTI kepada PROFESI. Dekan FTI juga tak ketinggalan untuk dimintai solusi mengenai membeludaknya parkiran, “Pihak universitas bisa memikirkan untuk mengelola parkiran dan tambahan ruang parkir serta rencana tahun depan dalam menentukan jumlah mahasiswa baru dengan estimasi yang tepat.,” Tegas Imam. Dekan FTI juga berasumsi bahwa dalam satu-dua periode wisuda mungkin mahasiswa berkurangnya cukup banyak sehingga harapannya parkiran bisa kembali normal.
            Keluhan mahasiswa juga beragam, Aulia mahasiswa Teknik Elektro mengungkapkan, “seharusnya dari pihak fakultas atau jurusan memperhitungkan dalam menentukan mahasiswa baru dan keamanannya juga kurang karena banyak helm yang hilang di luar parkiran FTI,” Ungkap mahasiswa asal Dompu, NTB tersebut. Berbeda dengan Aulia, Dzulfiqar berpendapat parkiran membeludak karena jumlah mahasiswa yang masuk tidak sebanding dengan mahasiswa yang lulus. “Rekonstruksi dan perbaharui parkirannya, entah itu mau dibuat tingkat atau mau bagaimana yang penting tidak ada lagi yang parkir sembarangan,” Lanjut mahasiswa Teknik Informatika tersebut. (Tantowi Alwi reportase bersama Romly)


Bagikan: