Oleh: Yuniar Trias dan Febrian Amri


       Rabu 31 Desember 2014 beredar surat pemberitahuan di lingkup FTI UII mengenai “FTI menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok”. Keputusan ini berlaku sejak 1 Februari 2015. Akan tetapi pada realitanya masih ada mahasiswa yang  tidak mempedulikan peraturan yang diberlakukan di kawasan FTI UII.
Banyak argumentasi mengenai ketidak konsistenan peraturan yang sudah berlaku ini.   Alfian misalnya, mahasiswa dari jurusan Hukum Islam angkatan 2014 ini mengatakan,walau saya bukan perokok, setidaknya untuk pemberlakuan kawasan FTI UII bebas rokok di berlakukan apabila FTI UII sudah menyediakan hak atas tempat untuk merokok bagi perokok.Menurutnya apabila peraturan itu berlaku sejak bulan Februari 2015 itu memang sudah keputusan terbaik yang dibuat FTI UII karena banyak mahasiswa yang tidak suka asap rokok juga. Berbeda dengan pendapat Dio, mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2014 mengatakan bahwa dia sangat tidak setuju dengan keputusan pemberlakuan larangan merokok di lingkungan FTI UII, karena pemberlakuan itu dapat berjalan dengan baik apabila dari pihak FTI sendiri menyediakan tempat untuk merokok bagi perokok yang ada d FTI UII. Dari dirinya sendiripun memuncullkan  argumentasi pro dan kontra, “saya sebagai perokok, ada kontranya ada pronya. Kontranya kurang bebas, pronya terlihat lebih tertib karena UII. Rokok kan juga hukumnya makruh”, Ucap Dio saat diwawancarai Profesi. Sebagian besar mahasiswa FTI UII maupun yang  tempat belajarnya di kawasan FTI UII adalah perokok, sehingga sejak berlakunya peraturan itu para perokok dapat merokok di tempat yang telah di sediakan oleh pihak FTI UII.
            Dari pihak dekanat sendiri, Iman Djati Widodo selaku kepala Dekan FTI UII mengatakan bahwa sebenarnya merokok di lingkungan kampus memang tidak diperbolehkan, itu merupakan kebiasaan yang haarus dirubah.  Prinsip dari peraturan itu sebenarnya adalah UII ingin lingkungannya bebas asap rokok. Tujuan dari surat edaran keputusan kawasan FTI UII Bebas Asap Rokok adalah untuk melatih diri untuk bersikap disiplin dan agar tidak mengganggu kenyamanan dari orang lain. Keputusan kawasan bebas asap rokok dilingkungan FTI UII memang sudah berjalan, akan tetapi masih banyak beberapa mahasiswa yang merokok di dalam gedung FTI UII. Untuk penyediaan tempat bagi perokok yang aktif masih dalam proses pengerjaan.  “Sebetulnya kita sudah putuskan, sebelum tempat itu jadi, sementara mahasiswa disediakan tempat di pojokan pertigaan jalan menuju parkiran. Tempat itu lumayan luas, sebetulnya disitu merupakan tempat merokok sementara. Kita sudah sosialisasikan ke satpam dan seterusnya untuk mengarahkan kesana. Cuma disini harusnya sudah selesai, pemborongnya mungkin belum bisa menyelesaikan. Kalau itu sudah selesai nanti kita akan tegakkan, sekarangkan masih dalam tanda petik belum sepenuhnya ditegakkan, bisa dikatakan seperti itu. Tapi begitu ini beres, kita tegakkan betul.” Ujar Imam.  Tidak hanya untuk mahasiswa peraturan itu berlaku, melainkan untuk dosen dan para staff devisi di lingkup kawasan FTI UII serta untuk penggunaan tempat yang disediakan untuk merokok itu juga untuk mahasiswa, dosen, staff devisi serta pihak dekanat sendiri.
Sanksi pemberlakuan peraturan itu sendiri untuk mahasiswa adalah seperti halnya diperingatkan terlebih dahulu untuk tidak merokok dikawasan FTI UII, walaupun itu di tempat bekas smoking area. Apabila masih ada pelanggaran lagi, maka akan ada tindak lanjut seperti peringatan keras  serta  pengambilan  kartu mahasiswa.
Sosialisasi dari pihak dekan sehubungan dengan peraturan kawasan bebas arap rokok ini akan ditindak lanjuti sesuai dengan tempat yang sudah disedikan oleh pihak FTI.  Untuk sementra memang disediakan untuk merokok disekitar area pertigaan menuju parkiran di dalam gedung FTI. Apabila untuk tempat yang disediakan sebenarnya sudah selesai dalam pengerjaannya, maka pihak FTI akan mensosialisasikan dan memulai dengan tindakan yang ketat akan peraturan di kawasan FTI UII.
Bagikan: