Oleh : Fajar dan Tari
Reportase bersama : Fajar, Dicky dan Tari


Tali menjulang panjang di kawasan parkiran Fakultas Teknologi Industri (FTI). Pemandangan itu selalu terlihat di pagi hari, ketika mahasiswa hendak memarkirkan kendaraannya. Petugas terlihat sibuk mengarahkan kendaraan ke arah pojok utara parkiran guna memaksimalkan volume parkiran yang sudah tidak relevan lagi dengan jumlah kendaraan mahasiswa. Banyaknya mahasiswa yang menggunakan kendaraan bermotor, memaksa parkiran merelakan lajur pejalan kaki untuk di tempati kendaraan yang membludak.
Menanggapi hal ini, Wakil Rektor II yang menangani bidang sarana dan prasarana mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan membludaknya kendaraan mahasiswa yaitu kesalahan prediksi terhadap jumlah mahasiswa baru tahun 2014/2015. “Karena kesalahan memprediksi mahasiswa baru. Awalnya sekitar 4500-an sampai melonjak 6400an. Kenapa? Ini terkait dengan tes yang ada di luar UII. Mereka registrasi seminggu menjelang penutupan. Sehingga panitia PMB tidak bisa mengira secara pasti. Salah satu dampaknya, parkiran membludak.”
Wakil Rektor II menambahkan, bahwa urusan parkiran secara fisik merupakan tanggung jawab yayasan, rektorat hanya mengelola bangunan yang sudah ada. “Kalau mahasiswa ingin mengusulkan penambahan lahan parkir, sebaiknya tidak melalui rektorat melainkan langsung ke yayasan agar segera di realisasikan”, tambahnya. Adit, salah satu mahasiswa FTI mengatakan, parkiran sebaiknya dibedakan tiap-tiap fakultas untuk menghidari membludaknya parkiran. “sebaiknya parkiran mahasiswa itu dibedakan perfakultas, agar tidak terjadi pembludakan.” Namun sebaliknya, Nur Feriyanto selaku Wakil Rektor II mengatakan, bahwa seluruh wilayah UII adalah milik warga UII. Tidak ada pengkhususan. Suatu gedung atau lahan parkir, itu merupakan milik warga UII. “Konsepnya, milik UII adalah untuk seluruh warga UII,” jelasnya. Konsep tersebut bertujuan untuk efisiensi tempat dan ruangan. Jadi tidak ada mahasiswa yang tidak mendapatkan parkiran ataupun ruang kuliah karena seluruh gedung yang berada di UII adalah milik warga UII.
Kedepannya, UII akan memberlakukan karcis masuk buat semua kendaraan yang memasuki wilayah kampus terpadu. Pemberian karcis tersebut berfungsi untuk asuransi bagi motor yang dikendarai. Sehingga bila terjadi kehilangan, bisa meminta pertanggung jawaban kepada pihak kampus. Namun, pengecekan STNK masih berlaku, untuk menghindari pencurian kendaraan. Harapan Nur Feriyanto selaku Wakil Rektor II, “badan wakaf bila memberikan aset betul betul berkualitas, dan untuk mahasiswa, harus bersikap kontrol. Mahasiswa harus menyuarakan, tapi harus tahu kemana. Jangan sampai cuman menyalahkan dekan”, tambahnya di akhir wawancara.

Bagikan: