Oleh: Johan dan Ozi
            Minggu, 23 Agustus 2015 merupakan hari dilaksanakannya Pesona Ta’aruf (PESTA). PESTA merupakan nama kegiatan OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus)  yang ada di UII. Peserta yang mengikuti kegiatan PESTA tentu memiliki aturan-aturan sehubungan pelaksanaanPESTA. Diantara aturan tersebut, yang berhubungan dengan peserta adalah penggunaan pakaian serta atribut PESTA. Mahasiswa baru yang berbalut baju atasan putih, celana atau rok hitam, sepatu hitam tampak memenuhi lokasi acara.
Hari pertama PESTA dimulai pukul 05.30  WIB. Mahasiswa yang membawa motor diwajibkan untuk tidak menghidupkan motor ketika telah memasuki area kampus. Mahasiswa juga harus mendorong  motor yang mereka tumpangi menuju lapangan sepak bola yang berada di depan Gedung D3 Ekonomi. Lapangan sepak bola tersebut digunakan sebagai lahan parkir bagi mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PESTA. Sejak awal, memang telah diberitahuak kepada mahasiswa baru diimbau tidak membawa motor ke kampus. Pemberitahuan itu bertujuan untuk mengurangi asap motor serta mensterilkan tempat pelaknaan PESTA.
Pengkondisian lapangan merupakan salah satu rangkaian kegiata PESTA.  Hal itu bertujuan unuk memperlancar proses pengumpulan barang baksos, pengecekan atribut, serta penyitaan barang bawaan. Barang bawaan yang disita meliputi rokok, peralatan make up, guting, dan cutter.
Pada PESTA 2015, sebagian pintu masuk UII kampus terpadu ditutup. Dua pintu masuk menuju UII yang malalui boulevard dan pintu masuk bagain timur (selatan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan) terlihat ditutup dan dijaga oleh Departemen Keamanan. Hal itu bertujuan untuk mensterilkan lingkup PESTA. “ kita sudah kesepakatan kalau daerah rektorat ini  memang steril dari  lalu lalang orang lewat” ujar Andhika.
            Annisa, salah seorang wali mahasiswa baru yang ditemui Tim PROFESI berpendapat bahwa jalur untuk jalan sekitar kampus dipermudah serta diberi arahan. “sebaiknya dipermudah aja, kalau ini ditutup ya dipermudahlah untuk orang tua. Ya bagaimanalah pengantisipasinya? Diarahkan kemana? Supaya mempermudah untuk menjemput anak anaknya” ucap Annisa. Pendapat lain dating dari seorang warga sekitar berinisial “K” berpendapat bahwa pintu masuk UII yang ditutup itu tentu mengganggu. “menutut saya pribadi itu sangat mengganggu,” ujarnya.
Rizki selaku Koordinator Departemen Keamanan ini menambahkan bahwa pengosongan wilayah Ulil Albab merupakan usaha dari Departemen Keamanan. “agar area sekitar Ulil Albab ini steril gitu, karena untuk pengkondisian maba-miba untuk kelancaran acara,” imbuh Rizki. Departemen Keamanan tentu telah mengusahakan sterelisasi lingkungan acara dilaksanakannya PESTA.
Salah satu harapan dari “K” adalah pemberian akses jalan di lingkungan UII selepas pukul 10.00 WIB. Pelaksanaan PESTA bukanlah masalah baginya, akan tetapi diperlukan akses jalan untuk warga sekitar. Tidak lain harapan itu ditujukan untuk tidak mengganggu kepentingan satu sama lain pihak yang berkepentingan.
Bagikan: