Oleh : Rizky Reldian Rachman

LPM PROFESI FTI UII

 

Ibu…

Bagaimana kabar mu ibu..?

Sudah lama kita tidak berjumpa..

Aku disini pergi merantau untuk mencari ilmu..

Mencari ilmu untuk membahagiakan dirimu…

 

Ibu…

Aku disini merindukan kamu…

Rindu akan kasihmu…

Rindu akan wajahmu…

Rindu akan senyumanmu…

 

Ibu..

kau adalah wanita yang penuh perhatian…

kau adalah wanita yang penuh rasa sabar…

Dirimu selalu tegar dihadapanku…

Dirimu selalu kuat…

Tak seperti aku… Aku lemah…

 

 

Ibu…

Maafkan aku…

Maaf aku belum memberimu apa-apa…

Maaf aku sering membuatmu kecewa..

Maaf aku yang selalu melupakan nasehatmu…

Maaf aku yang sering membuat air matamu jatuh…

Maaf aku yang suka berbohong kepadamu…

Maaf aku harus jauh dari mu…

Maaf aku tidak bisa melihatmu saat ini…

Sungguh.. aku ingin sekali melihatmu ibu..

Melihat senyummu yang tulus..

Senyum mu dari wajah cantikmu ibu…

Senyum dari hasil usahaku…

 

Ibu…

Terima kasih untuk selalu menyayangi aku..

Terima kasih untuk selalu menghibur aku…

Terima kasih untuk selalu mendoakanku, walaupun aku jauh disini..

Terima kasih untuk semua pengorbanan yang telah engkau perbuat untukku..

Ibu tanpa ikhlas dan pengorbananmu aku tidak bisa seperti ini ibu

 

Jaga dirimu baik baik di sana ibu..

Jaga kesehatanmu ibu…

Tunggu aku pulang …

Tunggu aku..

Aku ingin membuat mu bahagia dengan usahaku ibu…

 

 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya” (Qs. Al-Isra 17:23)

 

(sumber gambar)