Mungkin banyak kalangan pembaca yang bertanya-tanya “Majalah Profesi kapan terbitnya ? ” atau malah layaknya salah satu calon magang kami yang berceletuk dengan polosnya “memangnya Profesi ada produk majalah ? ” Pertanyaan yang terlontar diatas memang sangat lumrah kami dengar mengingat LPM Profesi sendiri sudah lima tahun tidak menerbitkan majalah, dimana terakhir kali majalah Profesi terbit ialah tahun 2011. Oleh karenanya syukur alhamdulillah di akhir periode ini kami diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk mempersembahkan majalah ini kepada pembaca sekalian. Semoga majalah ini menjadi titik tonggak kontinuitas penerbitan majalah Profesi di tahun-tahun berikutnya.
Proses panjang kami lalui dalam pembuatan majalah ini. Belajar dari pengalaman terdahulu, dimana proses pembuatan majalah selalu terhenti ketika proses reportase dikarenakan kurangnya pemahaman akan tema yang diangkat. Waktu lebih banyak kami curahkan dalam penentuan tema. Terhitung dari pertengahan November hingga pertengahan Januari, kami melakukan riset dan pendalaman tema. Setelah malalui proses presentasi dan diskusi dari berbagai tema yang diusulkan, akhirnya terpilih tema untuk rubrik Trend Utama dan Trend Khusus.
Pada rubrik Trend Utama, kami menyajikan pembahasan mengenai Limbah Medis yang dihasilkan oleh berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Segala kegiatan yang dilakukan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, praktik dokter, ataupun fasilitas penelitian medis seperti laboratorium dapat menghasilkan limbah baik dalam bentuk padat, cair, maupun gas. Kerap kali limbah medis ini tidak menarik perhatian banyak pihak, baik pengguna jasa Fasyankes, dari pasien dan pengunjung maupun masyarakat di sekitar. Padahal, berdasarkan jenis dan kategori,  limbah medis, secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, membahayakan ataupun merusak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan limbah medis untuk menghilangkan sifat-sifat limbah yang dapat menimbulkan bahaya. Pengolahan untuk limbah medis padat harus dilakukan pembakaran suhu tinggi (insinerasi) dan limbah medis cair dapat dilalukan dengan pengolahan IPAL. Terkait penggunaan insinerasi, saat ini masih menimbulkan beberapa permasalahan. Insinerasi dilakukan menggunakan Insinerator, yang memiliki biaya operasional yang mahal dan tidak terjangkau semua fasyankes, terutama dalam skala kecil. Selain itu asap pembuangan yang dikeluarkan oleh Insinerator pun berbahaya bagi penduduk sekitar.
Kemudian pada rubrik Trend Khusus, kami mengangkat tema sosial kemasyarakatan. Pada kesempatan ini kami menyajikan pembahasan mengenai isu difabilitas. Paradigma di Indonesia terhadap difabel masih dianggap negatif. Difabel dalam pandangan masyarakat sering dianggap ‘tidak normal’ dan menjadi objek belas kasihan. Hal tersebut dapat dilihat dalam UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat yang saat ini telah di ganti oleh UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pada UU lama, paradigma yang dikenakan masih berupa paradigma belas kasihan. Sehingga hak-hak difabel masih belum terpenuhi. Dalam UU baru pun masih dikenakan kata disabilitas. Hal ini  dikritik karena dianggap tak lebih dari euphimisme (penghalusan bahasa) semata. Karena kata disabilitas yang dapat berarti ketidakmampuan. hal ini berimplikasi pada pengenaan tindakan yang dilakukan. Banyak orang yang beranggapan bahwa penyandang disabilitas merupakan orang sakit dan tidak mampu beraktivitas seperti orang normal. Fenomena diatas menimbulkan pemahaman yang salah bagi difabel. Kesalahan tersebut menimbulkan permasalahan bagi difabel dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya pada berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, hukum dan politik.
Namun saat ini, di Yogyakarta, terjadi fenomena gencarnya gerakan difabilitas. Salah satunya oleh Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) dengan Rintisan Desa Inklusi (RINDI). Kemudian ada CIQAL yang aktif memberi pendampingan dan pelatihan ekonomi ke difabel. Simak juga tanggapan dari Ledia Hanifa, selaku Ketua Panitia Kerja RUU Penyandang Disabilitas, terkait isu difabilitas. Selengkapnya dapat dibaca di rubrik Trend Khusus.
Bagi anda yang ingin mendalami bidang keilmuan di Fakultas Teknologi Industri UII, Kami pun menghidangkan rubrik Trend Jurusan. Rubrik ini membahas trend terbaru dalam keilmuan jurusan masing-masing yaitu Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Kimia, dan Teknik Mesin. Ketika anda sudah cukup lelah membaca persoalan-persoalan rumit diatas. Silahkan anda nikmati sajian foto-foto kami dalam rubrik Klik. Rubrik Klik kali ini mengangkat tema “Ironi Kesenjangan Masyarakat Indonesia.” Foto-foto yang ditampilkan merupakan hasil dari lomba dan pameran PROPORTION, acara pameran Fotografi yang kami adakan di bulan Maret. Selain itu kami pun melengkapi majalah kami dengan rubrik lain seperti Tips Umum, Infotek, Sosok, Agama, Seni Budaya, Resensi, dan Renungan.
Akhirul Kalam, kami berharap majalah ini dapat menambah wawasan baru –walau cuma setitik- bagi kalangan pembaca. Kritik dan saran akan sangat kami harapkan untuk perbaikan majalah kami di edisi selanjutnya. Dari pojok Gedung Lembaga FTI UII yang tak pernah mengenal kata sepi, terima kasih dan selamat membaca !

Klik : MAJALAH PROFESI 2016