Kegiatan konsolidasi lembaga mahasiswa  Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) digelar kemarin malam di Kantor Lembaga Mahasiswa FTI UII, Rabu (5/4).  Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk diskusi bersama.  Diskusi dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa FTI UII (DPM FTI UII), M.Donny Alexandro dengan didampingi jajaran anggota DPM yang lain. Beberapa perwakilan dari berbagai lembaga mahasiswa FTI UII yang diundang turut hadir serta berdiskusi bersama dalam kegiatan tersebut.

Konsolidasi merupakan kegiatan yang diadakan oleh Komisi II DPM FTI UII. Dinar Hasim Nurhadi Kusumo sebagai Ketua Komisi II DPM FTI UII menuturkan bahwasannya konsolidasi merupakan itikad baik dari DPM FTI untuk menampung aspirasi sebelum bertemu dengan Dekan FTI. “Daripada kita ke Dekan kosong kan lebih baik kita membawa aspirasi,” ujarnya. Ia juga menuturkan bahwa konsolidasi ini juga bertujuan untuk membahas kejelasan ruangan baru yang ada di bagian belakang kantor lembaga mahasiswa FTI UII, kondusivitas kantor lembaga, dan pergerakan mahasiswa yang masuk dalam materi student government.

Kegiatan ini dijadwalkan mulai pada pukul 19.00 WIB, akan tetapi terpaksa diundur hingga pukul 20.30 WIB. Diawali dengan pemaparan student government oleh perwakilan dari Komisi II DPM FTI UII, kemudian disusul dengan pertanyaan dari berberapa mahasiswa perwakilan dari lembaga mahasiswa FTI UII yang ikut dalam diskusi tersebut. Ketua DPM FTI yang akrab disapa Donny menerangkan bahwa konsep student government sama halnya seperti konsep demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat,dan untuk rakyat. Sehingga jika ranah student government maka menjadi pemerintahan dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa. Khususnya terkait kegiatan mahasiswa semuanya dipegang oleh mahasiswa itu sendiri. Terkait pendanaan, uang yang turun merupakan dana kemahasiswaan yang sudah dibayarkan bersamaan dengan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Namun, hal tersebut masih belum banyak dimengerti sehingga selama ini student government dianggap belum mandiri dari segi finansial. Perbedaan sistem student government di UII yakni lembaga mahasiswa tidak berada di bawah pihak civitas akademika, sehingga terpisah antara ranah akademik dengan non akademik. “Hanya kita yang benar-benar murni pure student goverment,” tutur Donny. Dari pihak DPM FTI UII maupun perwakilan mahasiswa yang hadir dalam diskusi tersebut saling mengemukakan pertanyaan serta argumennya terkait masalah yang ada di dalam lingkup kelembagaan  mahasiswa FTI UII pada khususnya.

Baca Juga:  Inovasi Konsep Pekan Taaruf (PETA) FTI 2014

Diskusi berlanjut dengan pembahasan mengenai beberapa masalah yang timbul di lingkup lembaga mahasiswa FTI UII seperti parkir di kantor lembaga, penggunaan ruangan baru di kantor kelembagaan, dan kebutuhan lembaga mahasiswa yang lain.

Perlu diketahui bahwa forum konsolidasi yang diadakan oleh Komisi II DPM FTI ini berbeda dengan Forum Aspirasi dan Laporan Kerja (FORASLAK) yang diadakan secara rutin tiga bulan sekali. Kegiatan konsolidasi ini hanya ada ketika terdapat  permasalahan yang dinilai urgent atau penting untuk dibahas bersama dan juga kesepakatan antar anggota DPM.

Bagikan: