Perhelatan Olimpade Kampus atau dikenal Olimpus 2017 resmi berakhir pada hari sabtu (13/5/2017). Acara penutupan tersebut diselenggarakan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ki Bagus Hadikusumo, Universitas Islam Indonesia (UII).  Sebelum acara puncak closing ceremony dimulai, diselenggarakan tiga pertandingan final dari dua cabang olahraga, yaitu futsal dan basket. Pada laga final pertandingan futsal putri antara Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) melawan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil dimenangkan oleh FTSP dengan skor 2-1. Sementara itu, pada laga selanjutnya tim futsal putra FMIPA berhasil menjadi  juara setelah mengalahkan Fakultas Teknologi Industri (FTI) dengan skor telak 4-1. Laga final terakhir dari cabang olahraga basket putra yang mempertemukan FTI dan FTSP mengalami pemunduran waktu. Hal ini dikarenakan ring basket mengalami keretakan.  Membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk memperbaiki ring yang akan digunakan pada laga tersebut dan mengantisipasi hal yang lainnya. Meskipun begitu, laga pertandingan basket putra antara FTI dan FTSP tetap dilanjutkan setelah panitia berhasil melakukan perbaikan sementara. Pada laga final yang mempertemukan dua fakultas teknik tersebut, akhirnya FTI berhasil menutup pertandingan terakhir pada perhelatan Olimpus 2017 dengan kemenangan atas tim FTSP dengan skor 60-51.

Baca Juga:  Cerita Roda Dua Pesta

Olimpus 2017 merupakan olimpiade kampus pada bidang keolahragaan terbesar di UII yang diikuti oleh seluruh Fakultas. Acara ini digelar oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) melalui Departemen Kreasi Mahasiswa. Acara yang berlangsung sejak 28 April hingga 13 Mei 2017 ini berhasil mempertandingkan lebih dari seratus pertandingan dari tujuh cabang olahraga, diantaranya yaitu sepak bola, futsal, basket, voli,  bulu tangkis, tenis meja, dan tenis lapangan. Ali Hadi, selaku ketua steering committee (SC) menjelaskan jika acara ini diprioritaskan untuk mahasiswa UII untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olah raga. Ia berharap dengan diselenggarakannya event ini dapat tersaring bibit-bibit unggul pada bidang olah raga dari setiap Fakultas, karena menurutnya selama ini banyak bibit unggul di setiap Fakultas tetapi tidak terekspos atau termonitor. Selain itu, tujuan lain dari Olimpus 2017 ini yaitu dapat menyatukan seluruh elemen mahasiswa UII. “Dapat tereratkan kembali silaturahmi antara Fakultas satu dengan Fakultas lain ataupun mahasiswa satu dengan mahasiswa lain, seperti itu,” ujarnya.

Event Olahraga Olimpus 2017 bukan acara baru yang ada di UII. Pada tahun sebelumnya sudah ada event serupa dengan nama Gradasi, namun acara yang sempat diwarnai dengan kericuhan suporter tersebut akhirnya diganti nama menjadi Olimpus 2017. Ali Hadi menjelaskan bahwa perubahan nama itu disebabkan karena adanya perubahan konsep acara, jika sebelumnya Gradasi merupakan event kompetisi untuk bidang seni dan olahraga, maka pada tahun ini kedua bidang tersebut dipecah menjadi dua, yaitu untuk bidang olahraga dinamakan Olimpus dan untuk bidang seni dinamakan Unisi Art Festival. Pemisahan event tersebut dilakukan agar lebih terfokuskan antara kedua bidang tersebut, oleh karena itu untuk bidang seni akan diselenggarakan event tersendiri. Hal ini karena Ali menilai jika seni di ranah Universitas masih sangat kurang sehingga perlu dibangkitan kembali. Sementara itu ketika disinggung mengenai kendala yang terjadi, Ali mengaku secara keseluruhan tidak ada kendala berarti selama penyelenggaraan Olimpus 2017 ini, kendala yang terjadi hanya terkait internal sumber daya manusia di kepanitiaan yang seluruhnya berjumlah 232 orang.

Baca Juga:  Unek untuk Eksekutif

Bima Baranza, salah seorang penonton yang menyaksikan final basket putra memberikan tanggapan positif mengenai acara Olimpus 2017. Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ini mengaku jika sudah mengikuti acara ini dari tahun ke tahun, namun untuk acara Olimpus dirinya baru menonton sekali pada pertandingan final basket putra. Bima sendiri mendukung tim Fakultasnya yaitu FTI yang berhadapan dengan FTSP. “Bagus banget sebetulnya, banyak banget menghimpun mahasiswa untuk bisa kumpul-kumpul bareng di GOR, nonton pertandingan, juga bisa memandu sportivitasnya temen-temen yang mengikuti perlombaan ini mas,” Ujar Bima.

Setelah dilaksanakannya seluruh pertandingan final di hari terakhir, kemudian dilanjutkan dengan acara closing ceremony. Terpantau di lapangan, closing ceremony ini dihadiri oleh Wakil Rektor III, ketua LEM UII, perwakilan DPM U, serta jajaran lainnya. Dalam sambutannya, Agus Taufik selaku Wakil Rektor III UII mengapresiasi acara Olimpus 2017 yang berjalan dengan lancar, aman, dan damai. Ia juga berharap agar melalui Olimpus 2017 ini dapat lahir para atlet terbaik dari setiap cabang olah raga. Selanjutnya, pada akhir sambutan Agus Taufik resmi menutup Olimpus 2017 secara simbolik dengan dimatikannya obor api. Berdasarkan seluruh cabang olahraga yang telah dipertandingkan, akhirnya Fakultas Teknologi Industri berhasil mencatatkan namanya sebagai juara umum dengan berhasil mendapatkan perolehan total 7 medali, yaitu 4 emas dari cabang olahraga bulu tangkis, voli, basket putra, dan basket putri. Selanjutnya 2 medali perak yaitu dari cabang olahraga futsal putra dan tenis meja, serta 1 medali perunggu diperoleh dari cabang olahraga sepak bola.

Bagikan: