Oleh : Okky Wahyu Syafriani*

Dalam rangka menindaklanjuti permasalahan lahan parkir di kawasan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FTI bersama warga Lembaga FTI mencanangkan peraturan baru terkait masalah alih fungsi halaman Kantor Lembaga. Di kawasan Kampus Terpadu UII yang bertempat di Jalan Kaliurang KM 14.5, Sleman, Yogyakarta, lahan parkir telah melewati volume yang dapat ditampung. Hal itu merupakan faktor utama pendorong munculnya lahan parkir ‘baru’. Lahan parkir baru ini merupakan alih fungsi dari lahan yang pada awalnya bukan diperuntukkan sebagai tempat parkir. Kemudian mahasiswa memakai lahan kosong tersebut sebagai tempat parkir. Secara berangsur-angsur hal ini diikuti oleh mahasiwa lainnya.

Penggunaan halaman Kantor Lembaga FTI sebagai tempat parkir membuat Ketua DPM FTI berasama Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FTI, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa berusaha menyikapi masalah tersebut dengan bijak. Walhasil, diadakanlah pertemuan untuk membahas hal tersebut Rabu (5/4). Inisiatif tersebut muncul saat melihat mahasiswa yang memiliki kepentingan di Kantor Lembaga kesulitan untuk masuk. Hal ini disebabkan oleh parkiran yang berjubel dan tidak rapi. “Mereka naruh motor disini, sehabis itu mereka pergi, nah itu sebenernya kenapa muncul inisiatif ini. Dirasa disitu bahwasanya mungkin memang menghambat orang-orang yang ingin ke lembaga. Karena sebenarnya parkiran ini bukan cuma buat pengurus kok tapi parkiran ini memang untuk semua mahasiswa FTI yang memang tujuannya adalah ke kantor Lembaga, itu memang kami rasa agak sedikit menghambat.” ujar M. Donny Alexandro selaku Ketua DPM FTI UII. Menyikapi masalah tersebut, diberlakukan peraturan baru mulai hari Senin (8/5), yaitu Portal Kantor Lembaga FTI UII dibuka mulai pukul 16.00 WIB.

Pihak Sarana dan Prasarana (Sarpras) FTI mengambil sikap tegas terkait alih fungsi lahan yang mulai marak ini. Mulai dari pemasangan rambu lalu lintas, penggembosan, hingga penggembokan pada kendaran yang parkir di depan portal Kantor Lembaga FTI. Rahmat yang mewakiliki pihak Sarpras FTI UII mengatakan bahwa pihaknya sudah memasang rambu – rambu dilarang parkir, namun masih saja dilanggar. Tindakan penggembokan ban pun belum bisa membuat mahasiswa menjadi jera. Namun untuk penggembokan ban, mahasiswa harus mengambil kuncinya yang dibawa satpam. “Sekarang kita gembok kan, si mahasiswa kan nyari-nyari  gemboknya kan, ke satpam. Kita data kalau udah dua kali kita kasih ke pimpinan mahasiswa itu,” ujar Rahmat.

Selain itu, untuk mencukupi kapasitas parkir kendaraan, Badan Wakaf berencana untuk membangun lahan parkir baru di depan Gedung Olah Raga. Lahan parkir tersebut direncanakan akan dibangun setinggi 3 lantai, tapi sampai sekarang masih belum diketahui gedung itu kapan akan mulai dibangun.

*Penulis adalah Magang LPM PROFESI