Senin, 14 Agustus 2017, Universitas Islam Indonesia(UII) kembali mengadakan Kuliah Perdana (Kulper) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018. Kulper yang diselenggarakan di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir diikuti oleh ribuan mahasiswa baru.

Ilya Fadjar Maharika, Wakil Rektor I UII dalam kesempatan ini menyampaikan laporan penerimaan mahasiswa baru. Ia mengatakan bahwa, tahun ini sebanyak 4.760 mahasiswa baru telah berhasil masuk UII dari jumlah 23.518 pendaftar. “Jumlah tersebut tentunya tidak bermakna angka semata. Angka tersebut juga menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang diselenggarkan UII,” ujar Ilya. Dari 33 program studi S1 dan D3 yang ada di UII, terdapat peningkatan jumlah pendaftar pada tujuh program studi. Tiga diantaranya mengalami peningkatan di atas 30%. Tiga program studi tersebut adalah Pendidikan Bahasa Inggris mengalami kenaikan sebanyak 47%, Teknik Elektro sebanyak 37%, dan Teknik Mesin sebanyak 34%. Selain itu, UII juga menerima mahasiswa baru melalui Program Hafidz Alquran. Sebanyak sembilan mahasiswa Hafidz Alquran tersebut akan diberikan beasiswa selama menempuh studi.

Suasana Kuliah Perdana di dalam Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir (Foto: Annisa/Profesi)

Kuliah Perdana kali ini mengangkat tema “Mahasiswa Penuh Prestasi, Pemimpin Masa Depan Negeri”. Rektor UII, Nandang Sutrisno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. “UII memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi para mahasiswanya yang ingin berkembang dan berprestasi,” imbuh Nandang. Nandang juga berpesan agar mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan kuliah di UII dengan sebaik-baiknya. “Carilah pengalaman sebanyak mungkin, ikutlah organisasi dan UKM yang menjadi minat saudara, dan asahlah skill serta bakat saudara miliki,” tambah Nandang. Menurutnya kuliah pada dasarnya bukan sekedar mencari selembar sertifikat atau ijazah. Namun, apa yang lebih penting dari itu adalah bukti nyata apa yang dapat mahasiswa tunjukkan dari yang telah dipelajari selama kuliah.

Sementara itu, materi kuliah perdana disampaikan oleh Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia. Handry menyampaikan mengenai tiga hal penting, yaitu situasi dunia saat ini, situasi Indonesia saat ini, serta sikap mahasiwa menanggapi situasi saat ini. Ia mengatakan bahwa mahasiswa ialah seorang pemimpin masa depan. “Di tangan anda terletak bagaimana posisi Indonesia akan dipertaruhkan di dunia yang tak henti berputar,” tambahnya. (Yuniar Dwi A. & Syaffa Maila H. F.)