Oleh : Meitipul Ade*

Sudah menjadi hal yang lumrah bagi mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) atas semarak penyambutan Mahasiswa Baru UII; ”Pekan Orientasi Dan Taaruf Unisi” setiap tahunnya. Begitu pula pada 2017 ini, PESTA yang dilaksanakan pada 16,18,dan 19 Agustus 2017 telah melibatkan ratusan mahasiswa guna mempersiapkan kematangan acara sambutan mahasiswa baru tersebut.

Melihat sisi lain dari PESTA UNISI, memunculkan sebuah tanda tanya. Dibalik sukses dan kemeriahan acara penyambutan mahasiswa baru yang berasal dari berbagai penjuru nusantara tersebut, sudahkah mereka putra putri insan ulil albab benar-benar mengenal lingkungan kampus usai ikut serta dalam kegiatan ini? Tentulah hal tersebut yang menjadi salah satu tolak ukur suksesnya acara yang digadang-gadangkan UII ini. Jangan sampai meriahnya sorak sorai pesta menenggelamkan tujuan awal dilaksanakan kegiatan itu sendiri.

Seorang mahasiswa yang disebut sebagai agent of change secara tidak langsung harus paham akan lingkungan mereka. Kepekaan terhadap kehidupan sekitar membentuk pola pikir kritis dan sikap yang mencerminkan kepedulian. Terus berupaya menyuguhkan dan memberikan yang terbaik untuk almamater masing-masing. Apa jadinya seorang mahasiswa jika buta dan tuli akan lingkungan mereka sendiri? Maka perkuliahan hanyalah menjadi sebuah ruang bahkan jeruji asing yang memenjarakan mereka bersama laporan dan tugas.

Lingkungan kampus? Apa yang harus diketahui tentang kampus? Sudahkah mahasiswa tingkat akhir yang telah sampai pada tahap menyusun skripsi dan penelitian benar-benar kenal dengan kampusnya? Bukan sekedar gedung tinggi yang sering dilalui setiap hari. Tetapi, wajib bagi seorang mahasiswa memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis, ditambah wawasan dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia dikampus. Ikut berpartisipasi menumbuhkan rasa persaudaraan dikalangan civitas akademik untuk terciptanya lingkungan kampus yang nyaman, sehingga kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya menjadi hadiah bagi kampus atas hasil pendekatan dan perkenalan. Untuk mencapai hal-hal tersebut, maka dilakukanlah kegiatan-kegiatan yang mendukung, salah satunya ajang orientasi seperti PESTA

Jadi,Sejauh apakah pesta sukses mengenalkan lingkungan kampus pada mahasiswa?

PESTA sukses akan kata “Taaruf” yang menjadi khas UII. Pembagian Jamaah yang menggabungkan mahasiswa baru dari berbagai fakultas dan jurusan yang ada di UII merupakan salah satu cara untuk membentuk kekeluargaan antar mahasiswa. Ditambah lagi dengan koreografi dan social project dapat membangun kekompakan peserta PESTA. Upaya panitia patut diapresiasi atas rangkaian acara yang sangat bermanfaat, seperti bazar,Halo Mahasiswa, Embun Pagi, stadium general,Dunia Mahasiswa, serta pengenalan student government di hari pertama PESTA. Dilanjutkan dengan kegiatan Aksi mahasiswa,penampilan Lembaga Khusus (LK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di hari kedua, lalu ditutup dengan ikrar mahasiswa

Namun usai mewawancarai beberapa mahasiswa tentang manfaat ikut PESTA, mereka langsung menjawab “PESTA menambah teman” , “PESTA itu seru “. Pertanyaannya, dimana dapat kita temui makna dari pengenalan itu? Rangkaian acara seakan hanya menjadi formalitas dan seru-seruan. Acara berbentuk sosialisasi hanyalah sebuah dongeng, yang harus didengar ribuan siswa yang baru saja mendapat gelar maha pada status pendidikan mereka

“PESTA itu seru bisa nambah temen,tapi kurang informatif aja. Mungkin karena pesertanya terlalu ramai jadi sulit buat dengerin,“ ujar Deni Nur Alamsyah, Teknik Kimia 2016, yang merupakan salah satu  peserta PESTA Tahun 2016 saat ditanyakan sebab peserta tak tertalu mendapatkan banyak informasi dari PESTA.

Ada mahasiswa yang tak terlalu merasakan tujuan utama dari pesta,bahkan sangat miris jika ada yang tak hafal nama dan wajah rektor. Ada pernyataan yang muncul “Pesta Tak Mengenalkan Kampus,Sebatas Menambah Teman Dan Meramaikan”. Layaknya kehidupan biasa,mengenal dekat sesuatu hal butuhlah suatu proses yang panjang. Tak bisa hanya dengan PESTA mahasiswa kenal dengan kampus. Mahasiswa harus ditempa lagi dengan kegiatan-kegiatan wajib kampus. Contohnya mahasiswa yang kenal dengan kampusnya haruslah paham akan fasilitas yang ada pada kampus. Pada kenyataannya ada yang sudah beberapa tahun aktif berkuliah, akan tetapi tak tahu sama sekali tentang fasilitas. Oleh karena itu, kita dapat memulai dari hal-hal kecil,seperti mewajibkan mahasiswa tingkat satu memeriksa kesehatan rutin di Apotek UII. Setidaknya membuat mereka mengenal dan berinteraksi langsung dengan fasilitas tersebut.Alhasil ada wawasan yang mereka dapat dari praktik memanfaatkan fasilitas dibanding harus mendengar sosialisasi atau sekedar membaca profil universitas.

Dibalik hal hal tersebut, PESTA tetaplah sebagai kegiatan yang harus kita dukung dan banggakan. Sebab kegiatan ini barulah awal diantara banyak pengenalan yang harus didapatkan mahasiswa. Merekalah yang harus membangun kedekatan dan mencari sendiri pengetahuan tentang kampus, jangan sampai menjadi mahasiswa apatis terhadap lingkungan. Selamat mengenal dan mendekatkan diri pada kampus, agent of change.

*Magang LPM Profesi