“Periode sekarang belum tentu lebih jelek dari periode sebelumnya dan periode ini saya merasakan lebih baik dari pada periode sebelumnya,” ujar Donny.

Sidang Umum Fakultas Teknologi Industri (SU F) ke-38 telah dilaksanakan sejak hari Senin (18/12). Bertempat di Auditorium Fakultas Teknologi Industri, pelaksanaan SU F di hari pertama diawali dengan pembacaan hasil Sidang Lembar Pertanggungajawaban (LPJ) Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (LEM FTI) oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (DPM FTI) sekaligus penutupan SU F ke-37. Penutupan SU F ini dihadiri oleh perwakilan masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), LEM FTI, Lembaga Pers Mahasiswa PROFESI FTI, dan DPM FTI.

Pada pembacaan hasil sidang LPJ tersebut, DPM FTI menyatakan bahwa LPJ LEM FTI periode 2016/2017 ditolak. Penolakan ini bukan pertama kalinya. Pernah juga pada periode 2012 LPJ LEM FTI juga ditolak. Penyebabnya pada periode 2016/2017 yaitu, menurut DPM FTI, ada beberapa aspek yang mereka nilai belum layak untuk diterima. Lima aspek yang menjadi acuan DPM FTI dalam menilai, yaitu pemahaman tentang kelembagaan atau organisasi di FTI, program kerja, verifikasi dan validasi, keharmonisasian, serta hasil dari sidang LPJ. “Semua aspek-aspek ini memang menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan,” ungkap M. Donny Alexandro, selaku Demisioner DPM FTI 2016/2017. Ia menegaskan bahwa kelima aspek tersebut diambil dari Garis-Garis Besar Program Kerja Lembaga (GBPK) yang berisi seperti visi dan misi dan arah kebijakan.

Selain itu, DPM FTI juga mengeluarkan Surat Keputusan (SK) sebagai tanda penolakan LPJ LEM FTI. SK tersebut berisi tentang aspek-aspek keputusan, memerhatikan, menimbang, dan menetapkan tiga poin. Tiga poin itu berisi :

  1. DPM FTI menetapkan bahwa mereka menolak hasil sidang LPJ LEM FTI. Dengan kata lain tidak menerima hasil penjalanan selama satu periode.
  2. DPM FTI menetapkan bahwa lembaga-lembaga di ranah eksekutif harus melakukan evaluasi agar tidak terjadi kesalahan yang sama pada periode depan.
  3. DPM FTI menetapkan bahwa apabila kesalahan tersebut terulang, mereka dapat meninjau kembali dan dapat melakukan perubahan.

Berbeda dengan aspek-aspek yang diterima oleh Zainul Arifin, selaku Ketua Umum LEM FTI Periode 2016/2017. Terdapat sebelas aspek yang ia ketahui di mana aspek-aspek tersebut diberikan oleh Komisi 1 dalam rapat konsolidasi di awal periode ia menjabat. “Sebelas poin ini dari awal periode, tetapi untuk lima aspek ini kemarin lusa malam,” ungkap Zainul Arifin. Menurutnya, dari sebelas aspek hanya satu aspek yang tidak terlaksana yaitu program kerja dari salah satu HMJ yang belum validasi dan beberapa program kerja yang tidak berjalan.

Baca Juga:  Kegiatan Komunitas di Yogyakarta untuk Meningkatkan Minat Baca

Pihak LEM FTI turut menanggapi alasan yang disampaikan oleh DPM FTI atas ditolaknya LPJ tersebut. Tidak adanya teguran untuk ketua panitia acara HMJ FTI dan LEM FTI ketika melakukan kesalahan terutama verifikasi dan validasi, serta kurangnya pemberian sanksi dari DPM FTI, begitulah pernyataan dari Zainul Arifin. “Dalam sanksi kelembagaan memang banyak yang belum kami jalankan karena posisinya kami mengambil sebuah kebijakan,” ungkap Donny. Jika DPM FTI menegakan peraturan yang sesuai dengan Sidang Umum, kelembagaan di FTI tidak akan berjalan, karena banyak peraturan-peraturan yang dilanggar dengan alasan tidak tahu atau mereka tidak menjalankannya. Donny mengungkapkan bahwa dari pihak DPM FTI sudah menghubungi dan memberikan teguran kepada pihak yang melanggar peraturan-peraturan yang ada terutama pada saat validasi. “Kami langsung ke himpunan,” ujar Donny. Pihak DPM FTI dapat mengeluarkan kebijakan yang bersifat sementara dan dikeluarkan apabila peraturan-peraturan Sidang Umum tidak bisa dijalankan. Donny mengakui bahwa hal tersebut merupakan hal yang berseberangan dengan peraturan-peraturan yang ada di Sidang Umum.

“Periode sekarang belum tentu lebih jelek dari periode sebelumnya dan periode ini saya merasakan lebih baik dari pada periode sebelumnya,” jelas Donny. DPM FTI menganggap LEM FTI berhasil menjalankan kelembagaan, tetapi belum berhasil mencapai visi FTI. Donny berpesan, walaupun fungsionaris LEM FTI sudah tidak memiliki tanggung jawab tapi mereka berkewajiban untuk memberitahu kesalahan-kesalahan yang terjadi agar tidak terulang pada periode selanjutnya. Zainul Arifin juga berpesan kepada DPM FTI untuk lebih konsisten menjalankan peraturan-peraturan yang ada di Sidang Umum Universitas maupun Sidang Umum Fakultas.

Reportase bersama: Fatih Fatahillah Al Junaidi dan Tiara Habiba Jiddah.

Bagikan: