Judul:
Past & Curious: Saat Hidup Punya Tombol Rewind

Penulis:
Agung Satriawan

Penerbit:
Bukune

Tahun terbit:
2013

ISBN:
9786022201182

Past & Curious merupakan sebuah novel karya Agung Satriawan. Selain berprofesi sebagai penulis, ia juga merupakan kru kreatif di sebuah program stasiun televisi. Novel ini memiliki desain sampul yang unik dan juga judul yang menarik. Novel berkategori fiksi komedi ini, bercerita mengenai mesin waktu dan lubang hitam yang mampu melemparkan seseorang ke masa lalu maupun masa depan. Sudut pandang dalam novel ini adalah orang ketiga dengan alur maju-mundur. Meskipun dengan alur maju-mundur cerita yang disampaikan tidak akan membuat bingung orang yang membacanya, karena disajikan dengan gaya bahasa yang ringan.

Agung Satriawan memulai kisah novel ini dengan adegan pertandingan sepak bola yang dimainkan klub Persija Jakarta. Dalam adegan tersebut penulis memperkenalkan sang tokoh utama yang bernama Kafi, mahasiswa tua yang baru lulus kuliah dalam waktu sebelas tahun. Kafi lulus bersama kawan karibnya bernama Purbo. Kafi merupakan penggemar Persija yang tinggal di daerah Tanggerang. Dia belum lama ditinggal pacarnya karena tidak berani melamarnya. 

Cerita selanjutnya mengisahkan Kafi yang ingin berlibur ke Surabaya, hal ini dilakukan untuk melupakan kisah cintanya yang kandas. Selain itu ia berlibur untuk mengisi waktu luang, sebelum ia dipusing kan dengan urusan pekerjaan.  

Kafi berniat liburan a la backpacker dengan menggunakan kereta api. Namun karena tiket kereta ke Surabaya habis terjual, akhirnya ia terpaksa naik kereta barang. Dia menumpang di dalam gerbong peti kemas, kemudian Kafi bertemu dengan seorang pria bernama Soyan yang bertujuan ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Selama perjalanan Kafi tertidur. Namun ketika terbangun dari tidurnya, ia mendapati bahwa Soyan sudah menghilang. Ketika Kafi memeriksa handphonenya ia mendapati tidak ada sinyal. Jalanan Yogyakarta juga begitu sepi, tidak terlihat mobil di sekitar. Ia beranggapan, mungkin karena orang-orang Yogyakarta sederhana, sehingga tidak banyak yang menggunakan mobil. Kafi merasa paling keren, karena selera busana orang-orang di sekitar stasiun masih kuno. Belum lagi kamera DSLR hasil pinjaman dari Purbo membuat dirinya merasa yang paling keren. Kemudian dia melanjutkan perjalanannya ke Surabaya.  

Sesampainya di Surabaya, Kafi langsung menuju Stadion Gelora 10 November. Ketika Kafi sampai di stadion tersebut, yang ia temukan adalah sebuah stadion dengan papan nama Stadion Tambak Sari. Stadion Tambak Sari merupakan nama stadion tersebut sebelum diganti menjadi Stadion Gelora 10 November. Langsung saja ia mengabadikan papan nama tersebut di kamera DSLR Nikkon D-90 nya itu. Kafi merasa heran ketika melihat warung makan yang menjual sate dengan harga 2.000 perak. Ia merasa lapar dan  tertarik untuk membelinya. Namun ketika Kafi hendak membayar, ternyata uang miliknya tidak laku. Ia baru menyadari, ternyata dirinya berada pada tahun 1993. 

Kafi tersesat dalam kondisi yang berbeda dengan masanya. Ia tidak memiliki uang yang sesuai untuk membeli makanan dan menyewa tempat tidur. Kafi, pun harus bekerja mencuci mangkuk bubur agar ia mendapatkan setengah mangkuk bubur serta uang sebesar tiga ribu rupiah.  

Kemudian cerita berlanjut ketika Kafi bertemu dengan Ardhi, manusia masa depan dari tahun 2023. Ardhi adalah teman Soyan, ia bercerita bahwa Soyan yang ia temui di kereta merupakan Soyan dari tahun 2023. Ardhi juga bercerita bahwa pada tahun 2023, Soyan merampok sebuah bank untuk membiayai istrinya yang sakit keras. Oleh sebab itu, Soyan mencuri mesin waktu milik Ardhi untuk merubah nasibnya. Ardhi adalah seorang ilmuwan yang bisa menciptakan mesin waktu. Mesin tersebut mampu membawa manusia menuju ke masa depan atau masa lalu dalam kurun waktu sepuluh tahun. Karena mesin tersebut juga Kafi terjebak pada tahun 1993.  

Dengan sengaja Soyan menjebak Kafi untuk kembali pada tahun 1993. Soyan menginginkan Kafi agar merubah nasibnya. Soyan mempunyai warung makan di Simpang Enam Stasiun Tugu Yogyakarta. Warung tersebut mempunyai menu andalan sego abang dengan daging bacem dan bumbu kacang. Ardhi bercerita kepada Kafi, jika Kafi ingin pulang ke masanya, Ia harus membantu Soyan menjadi pengusaha sukses pada tahun 1993. Karena mesin waktu tersebut berada di tangan Soyan. Ide dan taktik sudah dipikirkan oleh Kafi untuk membantu agar Soyan Sukses. Namun ternyata pada tahun 1993 Soyan berkeinginan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan alasan gajinya terjamin. Mengetahui hal tersebut Kafi tetap berusaha untuk mempengaruhi otak Soyan agar ia mau bekerja sebagai pengusaha. Kafi mempengaruhi Soyan untuk membuka cabang warung makannya di Jakarta agar menjadi pengusaha sukses. Dengan begitu Kafi akan kembal  ke tahun 2013. Kafi dengan dibantu Ardhi berhasil membujuk Soyan untuk membuka cabang warung makannya di Tanah Abang, Jakarta. Akhirnya Kafi kembali ke masanya di tahun 2013. 

Namun sayang akhir dari novel ini kurang memuaskan. Penulis menceritakan Kafi yang sudah kembali ke tahun 2013 lupa pada kejadian yang sudah dilewatinya. Konflik cerita yang ada secara keseluruhan juga masih kurang. Kafi yang merupakan pemeran utama, menjadi seperti bukan pemeran utamanya, karena konflik yang ada tidak berhubungan dengan Kafi secara langsung. Ia hanya membantu mengatasi permasalahan yang dialami Soyan.  Kafi berperan untuk menjembatani setiap kejadian yang dialami tokoh-tokoh lainnya.  

Penulis berhasil membawa pembaca terhibur dengan komedi yang disuguhkan dengan gaya penulisannya. Cocok dibaca saat kita sedang jenuh atau suntuk. Novel ini juga mempunyai beberapa kutipan yang menarik, diantaranya pada halaman 182 “Orang yang menyesal dan ingin kembali ke masa lalu membuat tubuhnya seperti menerima perintah untuk siap akan hal itu. Jika bukan orang seperti itu gravitasi pada lubang hitam akan menghancurkan tubuhnya” Ardhi.  

Secara keseluruhan, cerita ini mengajarkan kita untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang.  Cerita ini mengajak kita untuk lebih bersyukur dan bersabar atas tiap kejadian dalam hidup. Karena sebenarnya, hidup ini tidak bisa menekan tombol rewind. 

Bagikan: