Judul Buku:
The Case Book of Sherlock Holmes 

Penulis:
Sir Arthur Conan Doyle 

Terbit:
Cetakan Kedelapan 2018 

Penerbit:
Shira Media 

Distribusi:
Solusi Distribusi 

Tebal Halaman:
383 halaman 

Perjalanan Mr. Holmes dan Dr. Watson dalam mengungkap sebuah kasus tertulis rapi dalam buku karangan Sir Arthur Conan Doyle. Buku ini seakan membawa pembaca ikut serta dalam mengungkap kasus tersebut. Conan Doyle merupakan seorang dokter lulusan University of Edinburg yang hobi menulis cerita di sela kuliahnya. Salah satu karangan fenomenalnya yaitu Sherlock Holmes yang sudah memiliki beberapa seri buku. The Case Book of Sherlock Holmes merupakan seri terakhir dari perjalanan buku Sherlock Holmes. Buku ini terbagi menjadi dua belas bab, setiap bab menceritakan kasus yang berbeda dengan kerumitan kasus yang berbeda pula. Penulis mampu mendeskripsikan suatu tempat dengan detil melalui narasinya. Hal ini membuat pembaca mendapat gambaran yang jelas tentang kondisi ruangan hingga tempat kejadian perkara secara terperinci. 

Buku The Case Book of Sherlock Holmes ini merupakan hasil terjemahan dari bahasa Inggris. Tidak dipungkiri jika pembaca akan menemukan beberapa kalimat yang sedikit kaku namun masih bisa dimengerti. Walaupun bahasanya tergolong kaku, buku ini banyak digemari dengan bukti cetakan kedelapannya. Tidak sedikit pula remaja yang mengagumi sosok fiksi Sherlock Holmes yang diciptakan oleh penulis. Buku ini pun menjadi bukti bahwa Conan Doyle adalah penulis yang memiliki daya imajinasi yang hebat. Pasalnya, ia dapat menuliskan kasus yang berbeda-beda. Namun, ada hal lain yang dapat menjadi kekurangan buku ini. Alur cerita yang cukup singkat akan membuat sebagian orang yang membacanya penasaran dengan kelanjutan kasusnya. 

Pada bab pertama, kasus yang ditangani Mr. Holmes adalah Batu Mazarin. Berlian bernilai seratus ribu pound itu telah dicuri seseorang yang mengakibatkan Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Inggris menghubungi Mr. Holmes. Sangat jarang, bahkan suatu kejadian langka seorang pejabat tinggi secara langsung menghubungi seorang warga sipil. Dalam memecahkan kasus tersebut, Mr. Holmes membututi sang pencuri dan rekannya dengan melakukan penyamaran sebagai pengangguran hingga menjadi wanita tua. Kasus yang ditanganinya bisa saja membahayakan dirinya sendiri. Namun, itu semua bukanlah sebuah halangan bagi sosok Mr. Holmes. 

Pada bab kedua, kasus Jembatan Thor merupakan salah satu kasus yang tidak terbayangkan. Pembunuhan berencana yang dituduhkan kepada guru les anak-anak Mr. Gibson bernama Miss Dunbar ternyata hanya sebagai pengecoh. Tidak akan terbayang siapakah dalang dibalik kematian istri Mr. Gibson. Pada akhir bab, dijelaskan siapa pelaku di balik kasus ini yang tidak lain adalah si korban sendiri. Kecemburuan dan amarah sang istri yang kemudian rela mengakhiri hidupnya hingga berbagai kejanggalan yang ada membuat kasus pada bab dua ini menarik untuk dibaca. Namun, alur cerita yang singkat membuat pembaca akan penasaran dengan kelanjutan kasus tersebut. 

Begitu pula dengan bab ketiga hingga kedua belas yang memiliki kasus yang berbeda akan membuat pembaca tidak merasa bosan. Gerak-gerik tokoh fiksi dalam cerita ini pun dapat dibayangkan secara nyata dengan gaya penulisan yang rinci namun ringan. Buku ini dapat dibaca kalangan remaja hingga orang tua yang mempunyai rasa penasaran tinggi dengan hal-hal penuh misteri. 

Bagikan: