Rangkaian kegiatan pesona ta’aruf (PESTA) sudah dilaksanakan mulai dari Senin (1/9) di kampus terpadu Universitas Islam Indonesia (UII). Pada Selasa (2/9) pagi, kegiatan pra PESTA dilaksanakan satu persatu sesuai rundown acara yang telah disusun oleh panitia PESTA. Mulai dari absensi hingga pengkondisian penempatan jamaah-jamaah, semua dipandu oleh wali jamaah (waljam). Setiap WalJam memandu mahasiswa dan mahasiswi baru (maba dan miba) selama kegiatan dilaksanakan.

Salah satu rundown kegiatan pra PESTA adalah kegiatan perkenalan dan pembuatan atribut.  Untuk pelaksanaan kegiatan, setiap jamaah dikondisikan untuk mencari tempat disekitar wilayah kampus terpadu uii. Semua jamaah berpencar mengikuti instruksi dari masing-masing waljamnya.
Di pojok kanan belakang gedung perpustakaan pusat UII terlihat beberapa kelompok jamaah yang sedang melaksanakan rangkaian kegiatan. Salah satu jamaah itu adalah jamaah 32 dengan nama jamaah DR Wahidin S. Sewaktu jamaah lain,  yang berjumlah sekitar delapan puluh orang per jamaah, tengah saling berkenalan dengan rekan jamaa, terlihat keigiatan yang berbeda pada jamaah 32 ini. Jamaah yang terlihat dipandu oleh satu wali jamaah ini tengah memulai kegiatan pembuatan atribut yang akan digunakan pada saat pelaksanaan PESTA. Terlihat jamaah DR Wahidin ini mendahului jamaah lain dalam memulai aktivitas pembuatan atibut.
Ketika PROFESI mengklarifikasi hal tersebut, wali jamaah 32 menuturkan bahwa ia lupa akan salah satu rundown yaitu perkenalan maba dan miba dalam jamaah. Setiap wali jamaah telah diberikan rundown sebagai patokan dalam melaksanakan acara pesta, tak terkecuali wali jamaah dari jamaah 32 ini. Ia mengaku bahwa ia membawa rundownditangannya namun dia lupa akan kegiatan perkenalan, sehingga kegiatan pembuatan atribut yang telah dimulai terpaksa diberhentikan dan memulai kegiatan perkenalan. Wali jamaah yang hanya bertugas sendiri itu terlihat kualahan dalam mengatasi hal ini.
Kelalaian wali jamaah tersebut menyebabkan kegiatan berjalan tidak sesuai rundown. Kegiatan perkenalan dalam jamaah menjadi terlambat karena telah diawali pembuatan atribut dan pengkondisian kembali setelah pembuatan atribut itu diberhentikan untuk sementara waktu. (Retno)
Bagikan: