TERLIHAT barisan-barisan mahasiswa baru di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) terpadu dipagi ini, senin (8/9). Mahasiswa baru yang akan berjuang dikampus para pejuang ini tengah mengikuti kegiatan Pesona Ta’aruf (PETA) yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. PETA sudah seperti tradisi penyambutan mahasiswa baru, segenap rangkaian acara disusun sedemikian rupa dengan tujuan yang positif. Tujuan adanya PETA adalah untuk memperkenalkan FTI kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini diawali dengan pengkondisian peserta PETA sebelum dimulainya acara pembukaan.

Semua perlengkapan yang telah ditentukan oleh panitia diperiksa satu persatu. Atribut, barang untuk bakti sosial, alat tulis dan juga perlengkapan sholat menjadi fokus Departemen Penertib Lapangan (DPL). Ditemukan beberapa pelanggaran peserta PETA, diantaranya barang bawaan mereka yang tidak lengkap atau berlebih, membawa barang yang tidak diperlukan selama acara PETA berlangsung dan beberapa pelanggaran lainnya.
Pengkondisian yang dilakukan oleh DPL ini tidak hanya memeriksa barang bawaan peserta PETA namun juga dilakukan penyitaan barang bawaan yang tidak dibutuhkan selama kegiatan. Barang sitaan dikumpulkan di salah satu anggota departemen keamanan. Barang sitaan ini akan dikembalikan kepada pemilik setelah berada dijamaah masing-masing. Dikantong yang berwarna hitam itu terdapat berbagai jenis barang sitaan diantaranya, pisang, beberapa botol bee jelly, bahkan juga kacamata hitam. Sesuai dengan Tata Tertib PETA 2014 apabila melanggar Ketentuan Umum Peserta nomor 13 yaitu “membawa barang bawaan yang telah ditentukan oleh komisi B” maka akan dikenakan sanksi sedang.
Peserta peta yang melanggar Tata Tertib Peta 2014 dibariskan disamping barisan kelompoknya untuk menjalankan sanksi sesuai ketentuan. Dari barisan itu terlihat ada yang berbeda dari salah satu peserta PETA. Tak terlihat atribut dipunggungnya, salah satu anggota dari jemaah delapan belas terlihat tidak mengenakan co-card yang telah ditentukan oleh panitia. Ketika ditemui tim profesi, peserta tak ber co-cardyang tidak berkenan disebutkan namanya ini menjelaskan alasan dia tak mengenakan co-card karena co-card buatannya dititipkan kepada temannya yang tidak sempat ketemu sebelum acara dimulai. Serentetan sanksi ia terima karena pelanggarannya ini, membacakan surat pendek, membuat co-card cadangan dan juga diminta meminta maaf kepada pohon dan tiang.
Meskipun ada pemberian sanksi yang tidak tertulis dalam Tata Tertib Peta 2014, hal tersebut adalah sebuah improvisasi dari DPL. “itu kan improvisasi dari DPL, dari komisi B nggak membatasi buat DPL selama masih dalam tuntunan yang dikasih dari komisi B. Ibaratnya masih dalam batas wajarlah” papar Indra selaku Koorninator Kom B. Segala bentuk hukuman yang tidak tertulis dalam Tata Tertib Peta 2014 dan masih dalam batas wajar dianggap improv dari DPL.
Tentu saja mahasiswa baru berkomentar akan bentakan DPL itu, dua mahasiswi dari prodi Teknik Industri yang tidak berkenan disebutkan namanya mengatakan bahwa bentakan dari DPL itu biasa saja dan sewajarnya. Salah satu mahasiswi Teknik Informatika juga memberi komentar senada, bahwa tindakan dari DPL masih sewajarnya, dia juga menambahkan harapan kedepannya agar DPL lebih tegas dalam artian masing-masing DPL memberikan instruksi yang sama dan tidak berbeda pandapat saat pemberian perintah kepada peserta. (Retno)
Bagikan: