“kita dari SC mohon maaf terkait keterlambatan ini, kita berjanji untuk hari-H PESTA tidak ada keterlambatan lagi. 

       Disela-sela kegiatan Pra Pesona Ta’aruf (PESTA) 2014 pada (2/9), mahasiswa-mahasiswi baru UII didata untuk keperluan konsumsi selama Pra dan pada hari-H PESTA.  Ada kekurangan ketika pendataan tersebut, yaitu banyaknya mahasiswa baru yang hadir di luar perkiraan panitia sehingga menyebabkan terlambatnya konsumsi tambahan di luar perhitungan jajaran SC PESTA. Hal ini disebabkan kesalahan perhitungan dari steering committee (SC) dan keterlambatan maba-miba yang hadir ke Pra PESTA.
  Adanya insiden tersebut membuat Abdul Jamil, wakil rektor III marah dengan prediksi panitia yang kurang tepat. “Prediksimu bagaimana? seharusnya kamu tepat,” nada marah Jamil kepada panitia. Ketua SC Pesona Ta’aruf juga membenarkan adanya kejadian tersebut, “Kita dari SC mohon maaf terkait keterlambatan ini, kita berjanji untuk hari-H PESTA tidak ada keterlambatan lagi,” ungkap Hafid.
  Panitia PESTA memperkirakan lima ribuan mahasiswa baru yang akan datang pada Pra PESTA dari 6441 mahasiswa baru UII. Ternyata berbeda ketika dilapangan, ± 5700 maba UII yang ikut Pra Pesta. Akibat dari animo mahasiwa baru yang tinggi, panitia yang terkait dengan insiden tersebut keteteran mengatasinya.
  Dari data final panitia, ada enam jemaah atau dua ratus lebih mahasiswa baru yang tidak mendapatkan konsumsi di Pra PESTA. Panitia hanya menyanggupi lima ratus untuk menutupi kekurangan konsumsi peserta Pra PESTA. Tindakan lanjut dari panitia adalah memberikan dua pilihan kepada para peserta, yaitu mengembalikan uang ke peserta atau wali jemaah (waljam) dan membelikan snack. Tanggapan mahasiswa baru juga beragam, ada yang mau dibelikan snack, sebagian lagi makan setelah kegiatan selesai.
   Menanggapi tindakan panitia, Pak Jamil juga mengapresiasi respon dan kerja sama antar panitia. “Saya anggap sudah bagus, kerja sama antar panitia,” lanjut Jamil. Wakil Rektor III UII tersebut berpesan panitia harus lebih aktif lagi ketika menghadapi kondisi-kondisi yang di luar perkiraan atau konsep yang sudah ada. (Tantowi)
   
Bagikan: