Terlalu disayangkan jika acara makrab dilewatkan begitu saja, acara yang telah direncanakan sedemikian matangnya oleh mahasiswa untuk menyambut keluarga baru, untuk mahasiswa baru.”

Malam keakraban (makrab), demikian nama kegiatan yang mulai santer diperbincangkan di kampus perjuangan. Seusai rangkaian acara pekan ta’aruf tingkat universitas dan fakultas, masa orientasi akan berlanjut dengan malam keakraban di masing-masing jurusan. Makrab adalah ajang pengenalan dunia kampus dan juga kegiatan yang bertujuan untuk mengakrabkan diri antar mahasiswa.
Suatu hal yang disayangkan, selama ini makrab juga terkenal dengan ajang “perploncoan” oleh kakak angkatan ke adik angkatan. Namun, sejak disahkannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) bernomor 25/DIKTI/kep/2014 pada 30 Juni 2014 lalu tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru, maka resmi pula keputusan DIKTI tersebut menjadi dasar pelaksanaan makrab di perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Pada bab VI perihal pelaksanaan pada poin A yang membahas bentuk, tempat, dan waktu pelaksanaan tertulis secara jelas dalam surat keputusan tersebut. Apakah aturan yang ada pada bab VI tersebut menjadi harga mati untuk menjadi dasar pelaksanaan makrab?
Di Fakultas Teknologi Industri (FTI) sendiri, sudah banyak kegiatan yang sudah direncanakan oleh masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) untuk pelaksanaan makrab. Dengan keputusan DIKTI tersebut, maka sebagian konsep yang sudah dibuat harus direncanakan ulang agar sesuai dengan keputusan DIKTI. Salah satunya makrab dari Jurusan Teknik Elektro yang harus mengubah konsep kegiatan makrab.
Kalau masih dibawah jurusan, maka segala macam kegiatan entah makrab entah apapun juga itu, kan namanya kegiatan orientasi maka ya seharusnya akan tunduk pada aturan ini,” tutur Sisdarmanto Adinandra selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur) Teknik Elektro sewaktu ditemui PROFESI padaSelasa (14/10/2014).
Keputusan DIKTI itu menjadi peraturan dasar yang diterapkan jurusan khususnya di Program Studi Jurusan Teknik Elektro Universitas Islam Indonesia (UII). Meskipun keputusan DIKTI menjadi acuan, namun pihak jurusan tidak memandang secara kaku sebagai aturan yang tetap. Nandra, begitu Sekjur Teknik Elektro ini biasa disapa,mengaku tidak keberatan dengan adanya konsep makrab namun diakui juga bahwa untuk mengontrol hal-hal diluar kendali memang agak sulit dilakukan.
Dari pihak panitia Makrab Teknik Elektro, Electro Study Camp (ESC), mengatakan sempat ada konflik antara jurusan dan panitia meskipun hanya konflik kecil, keterangan Arif selaku koordinator Komisi A  ESC yang bertugas menyusun konsep acara. Konsep yang akan diterapkan pada ESC tahun ini menjadi konsep yang belum pernah ada sebelumnya. Arif juga menuturkan bahwa konsep awal yang telah jadi harus diulang dari awal sebagai imbas dari adanya keputusan DIKTI tersebut.
Kami sendiri dijurusan, mencoba mengubah konsep makrab yang nggak jelas, ada jalan malam, dan sebagainya menjadi hal yang lebih bermanfaat,” tambah Nandra. Telah ada kesepakatan antara jurusan dan panitia mengenai konsep makrab pada tahun ini. Dari keputusan yang telah disepakati tersebut juga dilengkapi dengan perjanjian antara panitia dan juga jurusan.
Pihak Jurusan Teknik Elektro akan memberikan sanksi yang tegas apabila ESC tahun ini tidak dilaksanakan sesuai keputusan DIKTI dan sesuai perjanjian. Apabila tetap menggunakan konsep yang terdahulu maka makrab akan dianggap bukan lagi bagian dari acara jurusan dan akan diadakan pemberitahuan untuk mahasiswa/i 2014, bahwa acara makrab bukan bagian dari jurusan dan tidak bersifat wajib. Jurusan juga tidak akan menanggung akan kelangsungan acara tersebut dan untuk makrab tahun selanjutnya akan ditiadakan.
Sedikit berbeda dalam penyusunan konsep makrab dari Jurusan Teknik Industri. Dalam penyusunan konsep makrab sepenuhnya dilaksanakan oleh panitia. Dalam hal ini merupakan tugas dari panitia Steering Comitte (SC). Bobby Rahman selaku ketua SC panitia makrab Teknik Industri mengatakan bahwa jurusan mempercayai sepenuhya kepada panitia sehubungan pelaksanaan makrab.
Dalam menanggapi keputusan DIKTI ini pula, telah diadakan audiensi oleh pihak Dekanat FTI UII dengan kelima jurusan yang ada di FTI UII. Selanjutnya dalam menyikapi keputusan DIKTI ini diserahkan kepada jurusan masing-masing. Dengan karakteristik HMJ yang berbeda-beda maka dari setiap jurusan juga menanggapi surat keputusan DIKTI ini dengan sikap yang berbeda pula.
Pada dasarnya diadakannya pelaksanaan makrab tentu saja memiliki tujuan yang baik dan bermanfaat. Lebih mengakrabkan dan memperkenalkan keluarga dari masing-masing jurusan merupakan salah satu tujuan dari acara malam keakraban ini. Pengadaan acara makrab yang tentu saja tidak ringan dan hampir bisa dipastikan tidak mungkin bertujuan yang tidak jelas. (Retno dan Reiny)

SekretarisJurusanTeknikElektro FTI UII

periode 2014-2018, RM. SisdarmantoAdinandra. 
Sumber: http://krn2013.dinus.ac.id/ 


Bagikan: