Oleh: Warih Arbi dan Tantowi Alwi
               Senin (17/8/2015), merupakan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI)  yang ke-70. Dalam memperingati hari kemerdekaan RI selalu dilaksanakan kegiatan upacara pengibaran bendera Merah Putih di seluruh Indonesia. Di Yogyakarta upacara tersebut digelar di Istana Kepresidenan Gedung Agung dan dipimpin langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
                 Upacara yang dimulai pada pukul 09.55 WIB, dikomandani oleh Letnan Kolonel Habdul Manan yang menjabat sebagai Komando Detasemen Pertahanan Udara 474 Paskhas. Turut dihadiri ratusan peserta upacara dari TNI, POLRI, Pemda DIY, DPRD DIY, mahasiswa, serta pelajar. Selain dihadiri oleh peserta upacara, pelaksanaan upacara juga dihadiri oleh puluhan veteran di Yogyakarta.
            Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-70 dimaknai beragam oleh beberapa kalangan masyarakat. Salah satunya oleh Septi Cahya Ningrum, Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang merupakan peserta upacara, menurutnya dalam peringatan ini masyarakat Indonesia harus menjunjung seni dan budaya yang ada di Indonesia. “Lebih menjunjung seni-seni yang sudah tertinggal, jangan malah mengikuti budaya asing,” ujar Mahasiswi Jurusan Seni Rupa Kerajinan. Berbeda dengan Septi, Agung seorang warga Rotowijayan memaknai peringatan ini dengan mengharapkan rasa persatuan dan kesatuan tidak akan pernah luntur. “Dari suku manapun harus baik-baik, jangan sampai luntur rasa persatuannya, kalau tidak bersatu kan repot nantinya,” tutur Agung. Tak ketinggalan, Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) DIY juga ikut memaknai Kemerdekaan RI yang ke-70 ini dengan semangat persatuan. Menurutnya semangat persatuan dan kesatuan dahulu dan sekarang itu jauh berbeda, “Pada zaman perjuangan kita rasakan bagaimana rasa persatuan dan kesatuan luar biasa eratnya, kalau sekarang ini kan kayaknya siapa lu siapa gua,” ungkap Djamaludin Beddu, Wakil Ketua II DPD LVRI DIY. Djamaludin juga menyampaikan pesan, generasi muda harus menanamkan jiwa kejuangan dalam diri masing-masing dan untuk pemerintah agar menghayati kembali Undang-undang Dasar 1945.         
Bagikan: