Oleh: Dicky Puja

Senin (12/12/2016) merupakan hari yang bersejarah bagi Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTF) Universitas Islam Indonesia. Pasalnya, pada hari tersebut Ananda Dwi Satrio (Teknik Informatika angkatan 2014) telah resmi menjadi Ketua HMTF periode 2016-2017. Laki-laki yang akrab disapa Dio ini menggantikan Fathul Khair, Ketua HMTF periode 2015-2016 yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini tidak ada proses pemungutan suara pada pemilihan calon Ketua HMTF periode 2016-2017.  Hal tersebut terjadi karena Dio merupakan calon tunggal. Dia menjadi satu-satunya orang yang mengajukan diri menjadi Ketua HMTF periode 2016-2017. Praktis Dio tidak memiliki pesaing. Walaupun sebelumnya ada beberapa nama yang ingin mengajukan diri untuk menjadi bakal calon ketua. Namun, nama-nama tersebut tidak melanjutkan hingga tahap pendaftaran.

Pada dasarnya, adanya calon tunggal untuk menjadi penerus ketua himpunan tidak diatur secara khusus di Peraturan Dasar Rumah Tangga  HMTF. Namun, tata cara yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan pemilihan pada saat terdapat beberapa calon ketua. Tahap awal yang harus dilalui oleh calon tunggal ini adalah seleksi, yaitu penetapan bakal calon menjadi calon. Selanjutnya adalah prosesi tanya jawab, penyampaian visi misi, dan melakukan beberapa tes yang diantaranya adalah baca tulis al-Quran. Setelah semua tahapan itu dilakukan dan telah lolos berkas, maka secara langsung calon tunggal tersebut terpilih menjadi ketua himpunan.

Baca Juga:  Mahasiswa di tengah Polemik Pembangunan Bandara NYIA

Di masa periode 2016-2017 yang akan berjalan selama 13 bulan ini, Dio telah memiliki beberapa gambaran tentang apa saja yang akan ia kerjakan untuk HMTF. Salah satunya adalah ia ingin membuat tim internal di Bidang Penelitian dan Pengembangan. Nantinya, tim ini akan memberikan edukasi tentang kepanitiaan untuk acara – acara yang akan diadakan oleh HMTF. Tim tersebut diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang apa saja yang akan dilakukan ketika mahasiswa bergabung menjadi panitia. “Untuk menghadapi mahasiswa yang aktif, tetapi tidak tahu,” ujar Dio. Dia juga akan berusaha untuk memberikan dukungan kepada seluruh Keluarga Mahasiswa Teknik Informatika (KMTF), baik dana maupun birokrasi sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

Baca Juga:  Diskusi Umum Budaya Pendidikan Indonesia Jadi Rangkaian Unisi Art Festival 2017

Ketika ditanya mengenai harapan untuk periode yang akan ia ketuai, Dio menyampaikan beberapa hal. Ia berharap agar banyak mahasiswa yang tergabung dalam KMTF semakin peduli terhadap HMTF serta mau mengangkat derajat dari organisasi yang ada di Jurusan Teknik Informatika. “Hilangkan apatisme dan sadarlah berorganisasi, dan tingkatkan softskill,” pungkasnya.

Sementara itu, Fathul sempat menyampaikan harapannya untuk kepengurusan HMTF periode 2016-2017. “Harapan saya untuk periode saat ini adalah lebih mampu menunjukkan eksistensinya di luar. Dan tentu dimbangi dengan tingkat produktivitas mahasiswa jurusan dalam berkecimpung di organisasi, baik melalui menjadi panitia maupun peserta,” ujarnya kepada reporter PROFESI. Fathul juga menyampaikan bahwa terpilihnya ketua himpunan yang baru juga berarti roda organisasi di HMTF berjalan. Saat ditanyai mengenai tanggapannya selama ia menjabat menjadi ketua, ia menjawab bahwa periode yang ia lalui bukanlah periode yang mudah. Hal itu dikarenakan banyak permasalahan yang harus ia selesaikan dari periode sebelumnya. Ia mengakui bahwa mungkin ada beberapa masalah yang tak terselesaikan, bahkan mungkin ada pula masalah baru yang ditinggalkan. Namun, Fathul tetap bersedia untuk memberikan bantuan kepada himpunan guna menghilangkan permasalahan yang ada.

Baca Juga:  Sudut Malam Boulevard UII

Visi dan Misi Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Periode 2016-2017

Visi

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika sebagai tempat menampung keluh kesah dan aspirasi mahasiswa terkait organisasi dan sebagai sarana pendidikan bagi fungsionaris dan anggota mengenai soft skill dalam berorganisasi

Misi

  1. Memaksimalkan sarana penyampaian aspirasi mahasiswa kepada fungsionaris
  2. Membuat pelatihan terhadap fungsionaris dan anggota terkait pendidikan dalam berorganisasi terutama didalam ruang lingkup Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia

 

Bagikan: