Universitas Islam Indonesia Membangun Bumi Pertiwi

Memasuki usia yang ke-74 tahun tentunya dapat dimaknai sebagai usia yang tidak muda lagi bagi sebuah institusi. Selama 74 tahun itu pula Universitas Islam Indonesia (UII) telah berupaya memberikan peran dan kontribusinya bagi bangsa Indonesia. UII yang pada mulanya bernama Sekolah Tinggi Islam (STI) didirikan di Jakarta pada tanggal 27 Rajab 1364 H atau bertepatan dengan tanggal 8 Juli 1945 M yang juga merupakan tanggal peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Pemrakarsa STI adalah tokoh-tokoh nasional yang juga merupakan founding fathers negara Indonesia, seperti Dr. Moh. Hatta, Moh. Natsir, Prof. KH. Abdulkahar Mudzakkir, Moh. Roem, KH. Wachid Hasyim, yang kesemuanya berkeinginan menjadikan UII sebagai basis pengembangan perguruan tinggi yang bercorak nasional dan keislaman.

Baca Juga:  Bilikku yang Sederhana

Tema milad UII ke-74 ini adalah “Universitas Islam Indonesia Membangun Bumi Pertiwi”. Yulianto Purwono Prihatmadji, dosen arsitektur sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) mengungkapkan bahwa pemilihan tema tersebut adalah hasil musyawarah dari panitia. Menyadari bahwa ilmu pengetahuan yang diharapkan tidak hanya berupa pemikiran, pengetahuan ilmu agama, pengembangan diri, dan moral, namun juga bagaimana menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, bumi pertiwi Indonesia yang kaya akan keragaman budaya dan keindahan alam. Itulah yang mendasari digunakannya tema tersebut.

Rangkaian acara milad UII dilakukan dengan transparan. Sayangnya, sebagian besar mahasiswa kurang antusias terhadap informasi agenda milad UII yang telah dipublikasikan melalui media elektronik maupun media cetak. “Kadang-kadang website UII nggak pernah dibuka. Website UII sebagai corong utama, videotron juga. Kalau mahasiswa tidak tahu, mari kita tanya mahasiswanya juga, mahasiswanya care nggak? Sepanjang yang saya ketahui, kita sudah publikasi baik di website, di koran juga (Republika dan Kedaulatan Rakyat), videotron, dan medsos,” imbuh Yulianto.

Baca Juga:  Bakti Sosial HMTI 2016

Pidato milad UII ke – 74 ini memberikan dampak diundurnya jadwal Ujian Tengah Semester (UTS) sesi 1 dan sesi 2 pada tanggal 25 April 2017 bagi mahasiswa Fakultas Tekonlogi Industri (FTI). Hanif Fauzi, salah satu mahasiswa Teknik Industri mengatakan dengan dikosongkannya jadwal ujian dari pagi sampai siang sangat mengganggu, karena akan membuat jadwal ujian yang seharusnya pada saat hari itu dilaksanakan diganti menjadi hari lain. Hal itu membuat waktu ujian menjadi lebih lama dan mengganggu agenda lainnya yang telah dipersiapkan.

Bagikan: