Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) menggelar Training Politik dan Advokasi (TRIPOLA) pada tanggal 6 -7 Mei 2017 di Auditorium Gedung K.H. Mas Mansyur Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Kegiatan yang berada di bawah Departemen Advokasi dan Aksi LEM UII ini  bertujuan mengoptimalisasi fungsi dan peran mahasiswa yang semakin berkurang saat ini. “Tujuan training-nya optimalisasi fungsi dan peran mahasiswa dimana peran mahasiswa saat ini dirasa masih kurang. Ketika ada oprec (open recruitment) acara, mahasiswa seperti acuh tak acuh dalam menanggapinya, serta kesadaran dalam politik dan advokasinya,” tutur Faiz Amrullah selaku Ketua Steering Committee (SC) TRIPOLA 2017.  Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut resmi dibuka oleh Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII, Muhammad Petra.

Baca Juga:  Selangkah Lebih Dekat Mengenal Ketua DPM UII Periode 2017/2018

Hari pertama diisi oleh tiga pemateri, yaitu Harry Setya Nugraha, S.H., M.H. (Pusat Studi Hukum Konsitusi Fakultas Hukum UII), Dr. Abdul Jamil, S.H., M.H. (Wakil Rektor 3 UII 2014-2017), dan Allan Fatchan Gani Wardana, S.H., M.H. (Pusat Studi Hukum Konstitusi Fakultas Hukum UII). Sementara hari kedua diisi oleh Ronny Setiawan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) 2015 dan Eko Prasetyo selaku Direktur Social Movement Institute (SMI). Faiz mengatakan bahwa hari pertama semua nya diisi oleh pemateri yang berasal dari UII, sedangkan hari kedua berasal dari luar UII. Materi yang disampaikan dari hari pertama dan kedua pun berbeda. Hari pertama terkait politik dan advokasi, sedangkan hari kedua lebih menekankan manajemen aksi.

Baca Juga:  Dilema Relokasi Proyek Bandara NYIA

Salah satu peserta TRIPOLA, Triska Audifia Ramadhana mengatakan bahwa diskusi mengenai politik ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, namun yang lebih penting adalah dari diskusi ini dapat diimplementasikan dikehidupan nyata. “Benar-benar bermanfaat, terus mereka mendesain konsepnya agar orang itu tidak bosan. Nah yang saya pertanyakan sehabis ada acara diskusi ini apakah hanya sekedar diskusi aja atau akan ditindaklanjuti dari diskusi tersebut, diskusi tidak hanya diskusi untuk kalangan kita sendiri,” ujar mahasiswi Psikologi 2015 tersebut.

Allan Fatchan Gani Wardana, salah satu pemateri mengatakan bahwa sebagian besar mahasiswa saat ini alergi terhadap politik. Padahal politik sendiri adalah suatu pekerjaan yang mulia. “Politik itu sebenarnya pekerjaan yang mulia. Misalkan guru urusi murid, petani urus sawah, mekanik urusi mesin. Politik mengurus guru, petani, dan mekanik,” ujar Allan saat pemberian materi. Faiz mengharapkan acara yang diadakan LEM UII setiap tahunnya ini mampu memberikan manfaat bagi mahasiswa ketika terjun dalam kehidupan berpolitik sesungguhnya di masyarakat.

Bagikan: