Sampul Pedoman Beasiswa PPA 2017

Oleh: Nur Jati Lantang*, Selva Susilowati L*, Fatih Fatahillah Al-Junaidi*

 

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Pemerintah menyediakan beasiswa. Menurut Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi di dalam Pasal 76 Ayat (2) juga jelas mengamanahkan tentang pemenuhan hak mahasiswa yaitu pemerintah harus memberikan: (a) beasiswa kepada Mahasiswa berprestasi; (b) bantuan atau membebaskan biaya Pendidikan; dan/atau (c) pinjaman dana tanpa bunga yang wajib dilunasi setelah lulus dan/atau memperoleh pekerjaan.

Salah satu beasiswa yang disediakan Pemerintah melalui Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI)  pada tahun ini adalah beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Berdasarkan Pedoman Beasiswa  PPA  tahun 2017 salah satu tujuan dari diselenggarakanya program ini adalah mendorong mahasiswa penerima untuk lebih berprestasi baik kurikuler, ko-kurikuler, maupun ekstrakurikuler serta memotivasi mahasiswa lain untuk lebih berprestasi.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) memberikan kuota mahasiswa penerima beasiswa kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seperti Universitas Islam Indonesia (UII). Namun untuk tahun ini PTS tidak diberitahukan kuotanya sehingga menyebabkan perubahan mekanisme seleksi.  “Biasanya kami (pihak UII) itu kan sudah diinfokan kuotanya berapa. Tapi kan tahun ini belum ada keputusan dari Pemerintah sehingga kami hanya mengirimkan dulu berkas-berkas (data-data) ke Kopertis. Kami mengirimkan datanya sesuai dengan urutan prioritas, jadi tidak acak lagi. Karena apa? Nanti Kopertis ketika sudah ketok palu kuotanya berapa dari Pemerintah untuk UII misalnya, maka Kopertis yang akan nge-Cut sendiri. Tapi biasanya kami sendiri yang menyeleksi kalau sudah jelas kuotanya,” tegas Hazhira Qudsyi selaku Kepala Divisi (Kadiv) Pembinaan Kepribadian & Kesejahteraan Mahasiswa (PKKM).

Baca Juga:  Selamat Datang Maba-Miba UII 2014

Prioritas penerimaan Beasiswa PPA tahun 2017 didasarkan pada dua tahap kualifikasi. Tahap pertama yaitu pengurutan berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Kemudian pada tahap kedua jika terdapat mahasiswa memiliki IPK sama, maka diururtkan berdasar pada jumlah penghasilan serta tanggungan orang tua.

Antusisasme pendaftar Beasiswa PPA di UII meningkat berdasarkan data yang diperoleh dari Kemahasiswaan Rektorat UII selama tahun 2015 dan 2016. Pada tahun 2015 jumlah pendaftar tercatat sebanyak 890 mahasiswa dengan jumlah penerima 180 mahasiswa. Kemudian pada tahun 2016 jumlah pendaftar mengalami kenaikan, yakni sebanyak 1067 mahasiswa dengan jumlah penerima 260 mahasiswa. Nabila Amiqa Diana, mahasiswi Farmasi UII  mengungkapkan bahwa sejak awal ia ingin mendapatkan beasiswa. “Itu aku pengen daftar soalnya ya pengen bantu orang tuaku juga, terus memang dari awal masuk UII pengen banget dapat beasiswa entah itu beasiswa apa aja,” ujarnya. Nabila mengaku mendapatkan informasi Beasiswa PPA dari Official Account (OA) Line Mahasiswa UII dan website resmi Kemahasiswaan Rektorat UII.

Baca Juga:  Berprestasi, Awal Menuju Pemimpin Masa Depan Negeri

Dhaneswara Ilmasari, mahasiswi Teknik Lingkungan salah satu penerima Beasiswa PPA periode 2016 menceritakan pengalamanya dua kali mendaftar Beasiswa PPA. “Sebenarnya pendaftaranya itu nggak ribet, cuman aku ngerasa beda sistem dari zaman aku yang pertama (2016) sama yang kedua ini(2017).” ujarnya. Menurutnya perbedaan mekanisme  terletak pada pengumpulan berkas yang pada tahun 2016 lebih mudah karena pengumpulan langsung ke rektorat, dan sesuai urutan. Sedangkan untuk tahun ini pengumpulan berkas terasa lebih rumit karena dari pihak rektorat harus melakukan pengecekan apakah isinya sudah sesuai dengan persyaratan. Untuk tahun ini juga, pengumpulan berkas waktunya cukup pendek. Ia juga menuturkan manfaat yang didapatkan dari beasiswa tersebut, antara lain mendapatkan tambahan uang saku, membantu beban orang tua, dan sebagai penghargaan untuk dirinya sendiri atas kerja kerasnya selama ini dalam menuntut ilmu.

Baca Juga:  Tolak UU MD3, Mahasiswa Demo di Depan Kantor DRPD DIY

*Penulis adalah Magang LPM PROFESI

Bagikan: