Ade Mazhar Amin Bahri mahasiswa Universitas Islam Indonesira (UII) dari Fakultas Hukum angkatan 2013 dengan Nomor Induk Mahasiswa 13410496 resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (DPM UII) masa bakti 2017/2018. Setelah melewati Sidang Umum (SU) XXXVIII Keluarga Mahasiswa (KM) UII 2017, legistlatif terpilih akhirnya melakukan pelantikan dan serah terima jabatan pada Kamis 28 Desember 2017 di Auditorium Kahar Muzakir.

Susunan DPM UII untuk periode 2017/2018 tidak jauh berbeda dengan susunan tahun lalu. Perbedaan hanya pada dihilangkannya Wakil Sekretaris Jendral, yang lainnya masih sama. Anggota DPM UII untuk periode 2017/2018 berjumlah 16 orang. Susunan DPM UII periode 2017/2018 terdiri dari satu orang Ketua, satu orang Wakil Ketua, satu orang Sekretaris Jendral dan selebihnya dibagi ke dalam 4 komisi. Komisi 1 mengurusi Internal, terdiri dari satu orang ketua komisi dan tiga orang anggota. Komisi 2 mengurusi Eksternal, terdiri dari satu orang ketua komisi dan tiga orang anggota. Komisi 3 mengurusi Keuangan, terdiri dari satu orang ketua komisi dan dua orang anggota. Dan terakhir Komisi 4 mengurusi Aset, terdiri dari satu orang ketua komisi dan satu orang anggota.

Baca Juga:  Semangat Wanita Paruh Baya

Dalam sambutannya pada acara pelantikan dan serah terima jabatan, Mazhar berharapan agar UII bisa bersatu dan lebih maju pada periode kepemimpinannya. “Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda beda namun tetap satu. Satu UII agar lebih maju, satu agar Indonesia lebih bersatu” ucapnya dengan lantang.

Menurut Anda, apa arti dari sebuah kepemimpinan?

Baik buruk sebuah pemerintahan tergantung pada pemimpinnya, itulah arti sebuah kepemimpinan. Di saat pemerintahan memiliki hubungan baik dengan anak buahnya maka pemerintah akan berjalan baik. Anak buah di sini bukan kacung tapi struktur di bawah pimpinan tersebut.

Bagaimana pendapat Anda terhadap sikap apatisme mahasiswa UII pada saat ini?

Apatisme adalah sifat lazim manusia, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk menjadi aktivis kampus atau ikut berorganisasi ataupun berlembaga. Seseorang menjadi apatis disebabkan oleh banyak sumber, seperti sumber orang tua, kekecewaan pada DPM sebelumnya ataupun pandangan mereka terhadap pemerintahan. Pada dasarnya semua tergantung pada kesadaran mahasiswa itu sendiri. Usaha yang bisa kita lakukan saat suatu rezim buruk, maka kita sebagai mahasiswa harus turun untuk memperbaikinya.

Seberapa penting DPMApa fungsinya untuk mahasiswa?

Hubungan antara rektorat dengan DPM rata, arti rata di sini adalah ketika kita (mahasiswa) berkegiatan, kita sudah tidak meminta lagi ke rektorat, walaupun terkadang masih, namun kita memiliki dana sendiri. Selain itu, kita juga memiliki aset, antara lain Student Convention Center (SCC) dan almamater. Jadi, ketika mahasiswa ingin melakukan sesuatu namun takut dimarahi oleh pihak rektorat atau dekanat, hal tersebut tidak akan terjadi, karena kita terpisah dan mereka tidak akan mengintervensi kita, dan kita tidak bisa mengintervensi mereka.

Baca Juga:  Mahasiswa FTI Unjuk Jiwa Entrepeneur

Fungsi untuk mahasiswa yang pertama adalah ketertarikan, kalau hubungan antara rektorat dan DPM baik, maka akan menimbulkan hal baik. Ketika terjadi suatu hal, misalnya pembayaran SPP, masalah presensi yang sering berubah, atau masalah key in, ketika lembaga bisa menyelesaikan masalah itu, maka mahasiswa akan terikat dan senang dan tidak menutup kemungkinan akan ikut (berlembaga) juga di kemudian hari. Jadi penyelesaiannya adalah komunikasi, karena sejatinya banyak hal benar namun disalahartikan kalau penyampaiannya tidak baik.

Apa kekurangan DPM UII periode lalu?

Salah satu kekeliruan besar pada masa bakti DPM Periode lalu yang ingin diperbaiki adalah hubungan. Hubungan atau komunikasi ini yang terlebih dahulu harus diperbaiki. Hubungan di sini seperti hal transformasi DPM periode lalu ke DPM periode sekarang. DPM periode lalu bertanggung jawab untuk mendidik DPM periode sekarang demi memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada periode tahun lalu. Bagaimanapun caranya akan diusahakan untuk memperbaiki hal tersebut agar tercipta transformasi yang baik.

Baca Juga:  Mengenal Konsentrasi Keilmuan melalui Industrial Week

Apa yang akan Anda lakukan sebagai Ketua DPM UII?

Pada dasarnya permasalahan yang ada selama ini hanyalah hubungan. Tindakan pertama yang akan dilakukan adalah memperbaiki hubungan dengan pihak rektorat, sebelum menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga. Secepatnya akan dilakukan pertemuan dengan pihak rektorat. Selain itu, permasalahan pelucutan hak mahasiswa juga akan diselesaikan, seperti permasalahan malam keakraban (makrab) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP).

Terakhir Mazhar juga menyampaikan pesan untuk teman-teman mahasiswa UII “Kalau-lah kawan-kawan mahasiswa atau mahasiswi kecewa terhadap DPM maka kekecewaan itu jangan sampai menjadi sifat apatis, tapi jadikanlah kekecewaan itu untuk kamu merubah dengan terjun ke sana. Jangan mudah kita ngejudge suatu hal kalau kita belum pernah berada di posisi itu”.

Reportase bersama: Arli Pradenta, Syaffa Maila H. F.

Bagikan: