Mobil Listrik Kaliurang Unisi generasi ketiga menghadirkan berbagai teknologi dan inovasi yang terbaru. Mobil ini diharapkan dapat berkancah di tingkat nasional hingga internasional. 

Lama tidak terdengar kabarnya, tim mobil listrik Universitas Islam Indonesia (UII) kembali muncul dengan mobil generasi terbaru. Tim mobil listrik UII yang menjadi salah satu cabang dari Ulil Albab Student Centre (UASC) berhasil menciptakan mobil listrik terbaru generasi ketiga yang diberi nama Kaliurang Unisi 3. Mobil  ini merupakan pengembangan dari dua generasi mobil listrik sebelumnya. Mobil listrik Kaliurang Unisi generasi pertama dan kedua telah banyak meraih kesuksesan di berbagai ajang bergengsi tingkat Nasional. 

Inovasi Teknologi Baru Kaliurang Unisi 3 

Pengembangan mobil listrik generasi ketiga dilakukan dalam beberapa aspek. Salah satunya inovasi penerapan teknologi baru hasil riset tim UASC. Kaliurang Unisi 3 menggunakan teknologi telemetri di mana seluruh data logger berupa suhu, daya motor, dan baterai yang ada pada mobil dapat ditampilkan di monitor. Data logger tersebut dapat diketahui langsung dari jarak jauh secara faktual. ”Kemarin bisa dipantau dari pendopo sekitar satu kilo dan sinyal-nya masih terjangkau. Tapi kemarin kita sudah mengadakan riset untuk menambah antena agar  jangkauan nya bertambah jauh. Kemarin kita coba dari sini (Laboratorium Mobil Listrik UII) sampai ke depan FTSP (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan) masih bisa,” ujar Rian selaku Ketua Tim Mobil Listrik UASC. 

Kemudian aspek selanjutnya yang dikembangkan adalah dari segi bobot mobil. Berbeda dari mobil generasi kedua yang memiliki bobot sekitar 180 kg, mobil generasi terbaru ini hanya berbobot 130 kg. Bobot yang lebih ringan ini salah satunya diperoleh dari desain bodi mobil yang lebih ramping serta penggunaan diameter ban yang lebih kecil. Alhasil, dengan bobot mobil yang lebih ringan, Kaliurang Unisi 3 dapat melesat lebih cepat dibandingkan dengan dua mobil generasi sebelumnya.

Baca Juga:  Sterilisasi Jalan untuk Kelancaran Acara

Wahyudi dosen Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII selaku pembina Tim Mobil Listrik UASC mengungkapkan bahwa ide dan inovasi Kalurang Unisi 3 seluruhnya berasal dari anggota tim. Ia hanya bertugas membimbing, mengarahkan, dan menjadi tempat konsultasi. Wahyudi berusaha untuk memberikan semangat dan meningatkan tim untuk tetap percaya diri pada karya mereka di setiap perlombaan. 

UASC bukanlah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 

Anggota Tim Mobil Listrik UASC saat ini terdiri dari beberapa kategori. Pertama yaitu pendiri tim mobil listrik yang berjumlah jumlah tujuh orang. Selanjutnya ada mahasiswa angkatan 2014 dan 2015. Tim Mobil Listrik UASC juga baru saja merekrut anggota baru dari angkatan 2016 dan 2017. Tim ini kemudian membagi peran masing-masing angkatan untuk difokuskan pada kompetisi tertentu. Mahasiswa angkatan 2014 sekarang difokuskan untuk kompetisi Formula Society of Automotive Engineering (FSAE). Sementara mahasiswa angkatan 2015 sampai 2017 fokus untuk Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI). Semua anggota tim mendapat bimbingan dan fasilitas untuk belajar di Laboratorium Mobil Listrik. 

Dibalik suksesnya UASC, ternyata komunitas ini belum mendapat kejelasan posisi pada struktur kelembagaan UII. ”Aku juga belum jelas taunya gimana, tapi kalau sepenangkap aku kita di bawah kemahasiswaan. Jadi kalau misalnya kita ada apa-apa kita langsung ke Pak Beni (Direktur Kemahasiswaan UII). Lembaran pertanggungjawaban, pencairan (dana), kita langsung ke Pak Beni,“ jelas Rian. 

Rian juga meluruskan terkait pemikiran mahasiswa UII yang dianggapnya salah tangkap tentang keanggotan UASC. Banyak mahasiswa beranggapan UASC hanya merekrut mahasiswa dari FTI saja. Rian menjelaskan bahwa jurusan lain juga dapat bergabung dalam tim ini.”Jadi sebenernya pemikiran dari anak UII itu sebenarnya salah, mobil listrik ini nggak hanya FTI aja tapi itu seluruh UII itu bisa,” ujar Rian. Ia menambahkan, bahkan di timnya juga ada mahasiswa dari Fakultas Kedokteran UII untuk membantu mereka. “Malah kemarin ada anak kedokteran kok pas kita, di tim ini. Jadi tugas dia itu nyiapin obat kalau ada yang sakit. Dia yang cepat tanggap,” jelas Rian.   

Tim Mobil Listrik Unisi mempunyai beberapa bidang sebagai kualifikasi khusus. Pertama yaitu welding yang berhubungan dengan ilmu pengelasan. Kedua adalah body, bidang ini mengatur material badan mobil menggunakan bahan komposit. Ketiga terdapat bidang mekanik, untuk proses permesinan. Keempat yaitu bidang desain, mendesain mobil menggunakan software CAD (Solidworks/Inventor). Kelima adalah bidang desain grafis. Keenam, terdapat bidang manajemen yang berfungsi untuk mengatur tim. Terakhir yaitu Bidang Software Engineer untuk mengatur pemrograman pada mobil listrik ini. 

Terdesak untuk Mengejar Kompetisi Nasional 

Keseluruhan proses mulai dari perancangan hingga menjadi mobil listrik Kaliurang Unisi 3 dikerjakan dalam waktu 2,5 bulan. “Butuh 2,5 bulan, kita kejar,dan tiap malam nginap” ujar Rian. Ia menjelaskan, pengerjaan mobil listrik kali ini dipercepat untuk mengejar perlombaan KMLI di Politeknik Negeri Bandung (Polban). “Kita ngejar perlombaan di Polban. Rencananya pakai kaliurang unisi dua, karena berbagai pertimbangan selesai saya KKN (Kuliah Kerja Nyata) kita rapat dan berembuk membuat mobil baru. Awalnya saya tidak yakin tapi melihat keyakinan anak-anak, akhirnya semua bisa kita wujudkan,” tutur Rian. 

Performa Kaliurang Unisi 3 sangat baik  dalam kompetisi tersebut. Namun terdapat masalah pada rem yang mengakibatkan mobil melintir dan terlambat sekian detik. Selain itu baterai mobil melemah saat pertandingan berlangsung yang menyebabkan kecepatan menurun dan mobil dikejar oleh tim lain.  

Tak ada kendala berarti bagi tim dalam mengerjakan Kaliurang Unisi 3. Rian mengaku kendalanya hanya waktu yang sangat singkat untuk mengurus proposal pendanaan. Selama ini dana yang dibutuhkan dalam pembuatan mobil listrik didapatkan dari internal UII, alumni dan sponsor. Wahyudi menyampaikan dalam proses pembuatan Kaliurang Unisi 3 menghabiskan dana sekitar 65 juta rupiah, nominal ini sudah termasuk biaya riset, perancangan mobil,dan biaya akomodasi tim sebanyak 30 orang menuju lokasi lomba. Sementara untuk target perlombaan international dibutuhkan dana sebesar 11 milyar rupiah. 

Mobil Listrik UII Siap Go Internasional 

Tim Mobil listrik UII sudah melakukan persiapan untuk ikut serta dalam ajang internasional. Untuk mengikuti perlombaan internasional syarat yang harus dipenuhi cukup banyak, seperti regulasi, spesifikasi mobil, safety, jumlah motor, dan hal lainnya yang sudah ditentukan oleh panitia lomba. Ditambah lagi dengan pemantauan proses pengerjaan mobil yang dilakukan oleh pihak panitia. 

Gagalnya Tim Mobil Listrik untuk ikut serta pada perlombaan di Italia tahun lalu nyatanya bukan menjadi halangan bagi mereka untuk tetap berkiprah di kancah internasional. Untuk tahun ini, UASC menargetkan dua negara, tapi belum pasti terkait negara yang akan menjadi tempat kompetisi. “Belum tau, yang satu di Asia. Satu lagi kalau nggak Benua Australia kalau nggak Eropa, antara itu,” pungkas Rian. 

Hal ini rupanya juga didukung oleh Bapak Luhut Panjaitan dari Kementerian Koordinator Kemaritiman. Telah diundang beberapa perusahaan besar yang direncanakan menjadi sponsor bagi tim ini seperti; Patra Jasa, Astra,Garuda, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca Juga:  Sudut Malam Boulevard UII

Reportase Bersama: Meitipul Ade R., Fajar Asri

Bagikan: