Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki area makam yang berada di dalam lingkungan kampus. Makam ini terletak tepat di sebelah lapangan tenis UII yang kebetulan juga berseberangan dengan perpustakaan. Hasil survei yang dilakukan oleh reporter LPM PROFESI menyatakan bahwa dari 150 mahasiswa yang kami survei hanya 38 mahasiswa yang mengetahui keberadaan Makam UII ini. 32 mahasiswa di antaranya pernah mendengar namun tidak mengetahui secara pasti. 80 mahasiswa tidak mengetahui sama sekali keberadaan Makam UII tersebut. Melalui survei ini diketahui bahwa untuk lingkup Fakultas Teknologi Industri (FTI) dari enam mahasiswa hanya satu yang mengetahui. Dua mahasiswa pernah mendengar, dan tiga di antaraya tidak pernah mendengar sama sekali.

Pemilihan lahan Makam UII ini sesuai dengan masterplan UII tahun 2023. Menurut Danang, salah satu pengurus Pengelola Fasilitas Kampus (PFK), mengatakan Makam UII mulai didirikan sekitar tahun 2007 atau 2008. Untuk pengoperasiannya sendiri dimulai sejak tahun 2012. Makam tersebut diperuntukkan bagi pegawai dan dosen tetap, sehingga tidak semuanya bisa dimakamkan di sana.
Makam UII terbagi menjadi dua bagian, yakni Makam UII dan makam warga atau sering disebut makam kampung. Hal ini dikarenakan saat pihak UII membeli lahan, makam warga sudah ada, sehingga setelah dibeli lahan tersebut dibagi menjadi dua. Satu bagian untuk Makam UII dan satu bagian lainnya diwakafkan untuk makam warga. Agar memiliki batas yang jelas, kedua makam tersebut dibatasi dengan pagar.

Baca Juga:  Memahami Lebih Jelas Sistem Remediasi

Akses masuk Makam UII hanya memiliki satu jalan, yakni di sebelah lapangan tenis UII. Makam UII berbentuk segitiga, dengan tanah yang disusun berundak-undak. Jalan menuju makam berbentuk menurun dan berkelok. Jalan tersebut terbuat dari paving block. Tanah pemakaman yang dibuat bertingkat-tingkat tersebut ditata seperti jenjang. Setiap petak diisi kurang lebih 20 kotak makam. Makam ini memiliki luas sekitar ± 2000 m. Pinggiran area makam dipagari dengan pagar batako. Batako tersebut ditumbuhi dedaunan hijau. Terdapat juga beberapa pohon di antara sela-sela jenjang makam.

Fasilitas yang dimiliki makam ini yakni musala, kamar mandi, lahan parkir, ruang istirahat yang digunakan untuk istirahat penjaga makam maupun pengunjung, dan tempat peralatan bersih-bersih serta penguburan. Waktu operasional Makam UII ini selama hari kerja makam, yaitu Senin sampai dengan Minggu pada pukul 08.00-18.00 WIB. Setiap orang yang ingin berziarah dibebaskan dan dipersilahkan langsung masuk ke area makam selama waktu operasional.

Baca Juga:  Bilikku yang Sederhana

Terdapat 244 kotak lubang di makam tersebut, di mana dalam satu lubang makam dapat menampung dua jenazah yang berhubungan darah. “Seperti anak dengan bapak, istri sama suami, seperti itu.” Jelas Danang. Total kapasitas yang dapat ditampung Makam UII adalah sebanyak 488 jenazah. Sejak tahun 2012 hingga tahun 2017, makam ini sudah diisi 20 jenazah yang terdiri dari dosen dan karyawan tetap UII. Mereka dimakamkan pada rentang waktu: tiga makam 2013, enam makam 2014, tiga makam 2015, lima makam 2016, dan tiga makam 2017. Yang pertama kali dimakamkan di Makam UII ini adalah Almarhum Fathul mantan dosen UII pada tahun 2013. Setiap dosen atau pegawai yang hendak dimakamkan di Makam UII dikenakan pembayaran satu kali di awal, setelah itu tidak dipungut biaya lagi. Biaya tersebut digunakan untuk biaya kebersihan makam.

Makam UII sangat terawat dan terjaga kebersihannya, tidak dijumpai rumput-rumput liar di sepanjang jalan makam. Rumiyati dan Karjo adalah perawat sekaligus penjaga makam yang berada di sebelah perpustakaan pusat UII ini. Mereka memulai rutinitasnya dari pukul enam pagi dengan menyapu dan membersihkan jalan serta kotak-kotak makam. Dilanjutkan dengan mencabuti rumput liar yang tumbuh di area makam. Mereka juga menyirami rumput hias pada tiap-tiap makam.

Baca Juga:  Semangat Wanita Paruh Baya

Selain pekerjaan membersihkan makam, mereka juga memperbaiki makam yang ambles, membuat grobok, papan nama, dan pigura. Bahan-bahan dan perlengkapan untuk memperbaiki makam sudah disediakan oleh pihak UII. Pekerjaan tersebut mereka kerjakan dari hari Senin sampai Sabtu. Mereka selesai merawat dan menjaga makam hingga pukul tiga sore, dengan pengawasan Yuli selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dari PFK.

Adanya makam ini merupakan salah satu bentuk penghormatan universitas kepada pihak-pihak tersebut. Walau hanya diperuntukkan untuk dosen-dosen dan karyawan tetap, Makam UII ini bersifat terbuka untuk umum. Artinya adalah tidak ada batasan bagi yang ingin masuk dan berziarah ke makam. Warga umum dan mahasiswa UII diperbolehkan masuk dan beraktivitas di makam. Namun mahasiswa dilarang mengadakan kegiatan yang menimbulkan kegaduhan di sana. “Kalau bolehnya sih boleh. Selama kegiatan tidak bersifat ramai seperti ada donor darahnya di situ. Tapi kalau untuk dikunjungi boleh,” terang Danang. Batas pemakaian tempat untuk kegiatan mahasiswa adalah parkiran lapangan tenis, selebihnya tidak diperbolehkan.

Reportase bersama: Nur Jati Lantang M., dan Fatih Fatahilah A.

Bagikan: