“Untuk Cross Culture Understanding dan memberikan informasi kepada mahasiswa UII bahwa mereka bisa keluar negeri, ada kesempatan (untuk itu)” ungkap Nihlah, ketua panitia UII International Day 2018 saat diwawancara tentang tujuan acara ini.

UII International Day 2018, acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional Universitas Islam Indonesia (DK/KUI UII). UII International Day 2018 merupakan acara yang diadakan rutin setiap tahun. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 pagi, dimeriahkan dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan berbagai rangkaian acara seperti musik akustik, game, dan performance lainnya, sementara acara pokoknya yaitu ekspo yang diselenggarakan di lantai dua Bookstore UII.

Terdapat 14 stan yang disediakan khusus oleh panitia, stan tersebut diisi oleh berbagai mitra dan mahasiswa internasional yang ada di UII. Nihlah Ilhami selaku Ketua Panitia UII International Day 2018 menjelaskan tentang pembagian jumlah stan tahun ini, “ada 14 booth sih, dari mahasiswa (ada) enam,  sisanya dari lembaga mitra.” Ungkapnya. Enam stan mahasiswa internasional diisi oleh Negara Palestina, Australia, Libya, Thailand, Malaysia, dan United Kingdom (UK). Lembaga Mitra UII yang diundang, ikut mengisi stan ekspo terdiri dari Prancis, The Netherlands, South Korea, IDP, AIESEC, CHINA, CILACS, dan KUI.

Baca Juga:  Ironi Antini, Penjual Jasa Ketik Manual

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, UII international Day 2018 mengajak mahasiswa internasional yang mengisi stan untuk menyediakan makanan khas masing-masing negara mereka. “Kita ajak untuk meramaikan event ini dengan mengisi boothbooth itu dan menyediakan makanan asal dari (negara) mereka,” ujarnya.

Ketika ditanyakan lebih jauh tentang tujuan acara ini, Nihlah memberikan keterangannya, “intinya itu Cross Culture Understanding. Disisi lain, kita juga mengundang mitra kita kan, (sebagai) representasi universitas luar, maksudnya kita memberikan informasi kepada mahasiswa UII bahwa mereka bisa keluar negeri, ada kesempatan (untuk itu)” jelasnya. Selain itu ia juga berharap dengan acara ini banyak mahasiswa yang mengikuti program keluar negeri seperti join degree, student exchange, maupun winter dan summer program.

Baca Juga:  Teriakan Mahasiswa Baru dalam Aksi PESTA UNISI

Ahmad (30) yang merupakan salah satu mahasiswa internasional asal Palestina mengungkapkan kegembiraannya saat berinteraksi dengan mahasiswa UII lainnya. “Ya tentu saja, ini adalah hal yang menyenangkan. Saya sangat senang bergabung dalam acara ini. Beberapa orang menanyakan tentang Palestina dan saya juga mendapat kenalan-kenalan baru yang kuliah disini dan juga mahasiswa internasional. Saya pikir hal-hal tersebut adalah hal yang baik untuk saya” ucapnya dengan riang.

Mahasiswa internasional yang berjaga di stan masing-masing negaranya ditemani oleh Liaison Officer (LO), mereka memiliki tugas ganda yaitu sebagai penerjemah dan penjaga stand. Aulia Tama atau yang lebih akrab dipanggil Akmal adalah salah satu LO pada acara ini. Selain tugasnya sebagai LO, Akmal juga mendapat tugas untuk melakukan dokumentasi acara. Menurutnya acara UII International Day 2018 ini sudah berjalan dengan baik, namun tak lupa juga Akmal memberikan harapannya terhadap acara ini kedepan. “Kan ini masih terbatas ya booth negara-negaranya, tidak semua negara (ada). Misalkan India dan Jepang, kan Jepang belum ada.  Harapannya kedepan UII bisa mendapat partner kalau bisa ke Jepang,” tuturnya.

Baca Juga:  Tolak UU MD3, Mahasiswa Demo di Depan Kantor DRPD DIY

Reportase bersama : Chrisna dan Yulinda.

Bagikan: