Pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di UII memiliki waktu tempo. Sebelumnya, ketika mahasiswa tidak mampu membayar sesuai waktu yang telah ditentukan, terdapat dispensasi selama seminggu untuk mahasiswa melunasi pembayaran. Berbeda dengan saat ini di mana mahasiswa yang telat membayar akan langsung dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti ujian. Selain itu, ia akan otomatis cuti pada semester selanjutnya. Kebijakan ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk menaati aturan yang telah dibuat dan menumbuhkan rasa tanggung jawab mahasiswa. Pihak kampus pun sudah mensosialisasikan melalui surel dan sosial medianya untuk menghimbau mahasiswa agar bisa membayar SPP dan biaya kuliah tepat waktu sesuai jadwal, sehingga tidak ada kendala-kendala dalam perkuliahan.

Kebijakan rektor untuk mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 yang telat membayar akan diminta untuk cuti. Cuti yang dimaksud adalah cuti secara akademis. Sedangkan angkatan 2018 dapat melanjutkan pembayaran dengan sepengetahuan rektorat. Hal ini dikarenakan mahasiswa di semester satu dan dua belum diperbolehkan untuk cuti.

Baca Juga:  Ironi Antini, Penjual Jasa Ketik Manual

Dwi Ana Ratna Wati, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia FTI UII menegaskan bahwa mereka hanya sebagai pelaksana, karena prinsipnya kebijakan ini adalah keputusan rektor. Hal ini berlaku untuk semua fakultas di UII. Ia sangat menyayangkan apabila terdapat kasus di mana mahasiswa mengajukan dispensasi karena lupa membayar sesuai tenggat waktu. Dwi Ana pun mengatakan bahwa untuk mahasiswa yang tidak mampu membayar SPP dapat berkonsultasi pada jurusan bidang kemahasiswaan, wakil rektor, dan wakil dekan untuk berkesempatan menerima beasiswa.

Sedangkan ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FTI UII mengatakan telah diadakan forum untuk semua lembaga di UII, baik legislatif maupun eksekutif. Di mana DPM FTI UII sudah melakukan komunikasi dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni, yaitu Rohidin serta Direktur Pembinaan Kemahasiswaan, Beni Suranto. Forum tersebut menghasilkan bahasan Kebijakan cuti tersebut berlaku bagi mahasiswa semester satu dan dua karena pada masa key in semester satu dan dua itu merupakan masa validasi terkait status mahasiswa. Jadi, jika mahasiwa tidak melakukan key in maka mahasiswa akan berstatus tidak aktif pada semester tersebut. Untuk mahasiwa yang sedang menjalani tugas akhir dapat langsung meminta surat perpanjangan pembayaran ke pihak dekanat. Menurutnya, kebijakan ini diberlakukan karena banyak mahasiswa yang telat melakukan pembayaran SPP.

Baca Juga:  Pos Kesehatan Tanpa Perlengkapan Kesehatan

Sejauh ini, terdapat beberapa mahasiswa FTI yang terpaksa cuti akibat tidak membayar SPP pada waktu yang ditentukan. Muhammad Riswanda, mahasiswa Informatika UII yang terpaksa cuti mengatakan “Setahuku setelah deadline tanggal bayarnya itu, ada dispensasi seminggu atau beberapa hari.” Ia pun mengaku telah berusaha bernegosiasi dengan pihak jurusan FTI, tetapi kebijakan untuk cuti tetap dilakukan. Menurutnya, masih banyak mahasiswa yang tidak tahu tentang kebijakan tersebut. Selain itu, kebijakan itu akan berpengaruh bagi mahasiswa yang telah menentukan target lulus. “Kalau untuk pendapat kelompok dan segala macam dan pengaruhnya kuliah pasti, misalnya untuk kurikulum baru kan seandainya aku ngambil, katakanlah (tahun -red) 2020 pertengahan aku udah semester tujuh akhir udah kelar masa studinya. Kalau untuk kelompok, iya kemarin aku sebelumnya udah bikin kelompok untuk penjaluran dan ternyata cuti itu pasti berpengaruh tapi kalau dari sudut pandang aku sih itu berpengaruh tapi aku masih merasa fine-fine saja sih,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tahun ini Pesta Tampil Beda

Reportase bersama: Adelia Sukma Ar, Dina Santika, Fatih, Wisnu Agung N.

Editor: Meitipul Ade

Bagikan: