Beberapa waktu lalu, bertepatan pada hari Jumat (20/09/2019), Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), melakukan panggung orasi di depan gedung K.H. A.Wahid Hasyim. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FIAI UII bidang Advokasi, yang bekerja sama dengan pelbagai himpunan mahasiswa jurusan di FIAI. Orasi tersebut merupakan salah satu program kerja yang ada di LEM FIAI, bertepatan dengan adanya penutupan lahan yang selama ini digunakan sebagai lahan parkir. Dalam kegiatan ini mahasiswa yang bergabung dalam orasi, menuntut pihak fakultas untuk menyediakan lahan parkir kepada mereka dan melakukan pembenahan terhadap fasilitas di FIAI.

Dari sisi mahasiswa FIAI sudah merasakan keresahan sejak awal mula parkiran yang berada di lapangan basket yang selalu penuh tiap harinya, karena tidak ada sistem untuk mengatur parkiran tersebut. Kemudian dengan adanya penutupan lahan parkir tersebut  beberapa orang memiliki inisiatif memarkirkan motor di samping GOR UII, yang kian hari semakin ramai. Selang tiga hingga empat hari, para mahasiswa tidak boleh parkir di sana. Kemudian mereka harus mencari tempat yang nyaman kembali. Namun mereka bingung untuk mencari tempat parkir. Sehingga, terjadilah protes yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.

Foto parkiran dadakan yang berada di sebelah barat Gedung Fakultas Teknologi Industri. (Foto: Profesi/Dewi)

Baca Juga:  Upaya Keraton Mempertahankan Makna Perayaan Sekaten

Perlu diketahui bahwa sejak Kamis (2/5), lahan Timur gedung FIAI yang biasa digunakan mahasiswa FIAI parkir ditutup. Oleh karena itu pihak lembaga FIAI melakukan pelobian dan negosiasi kepada Dekan FIAI. “Sementara FIAI itu memang kantong (lahan -red) parkirnya kurang, makanya kami lobi dengan pihak dekanat, agar kita bisa parkir di sini (timur GOR -red), akhirnya pihak dekanat ngasih batas waktu tetapi hanya satu semester, setelah itu kemarin waktu habis liburan, kita sudah masuk dua minggu itu kita disuruh parkir di FTI, dan akhirnya di sana juga penuh,“ tutur Harunian Ahmad selaku penanggung jawab orasi siang itu dan sekaligus Kepala bidang Advokasi LEM FIAI UII..

Penutupan lahan tersebut ditegaskan oleh Hari Purnomo, selaku Dekan FTI, bahwa lahan tersebut bukanlah lahan parkir, melainkan akses menuju laboratorium. “Semua mahasiswa boleh parkir di kantong parkir timur FTI, karena itu memang sudah disediakan oleh universitas dan dikelola oleh yayasan.”

Sehingga pihak dekanat menghimbau kepada mahasiswa, bahwa kantong parkir yang baik dan benar adalah lahan dengan pintu otomatis. Selain ketertiban, hal tersebut juga terkait dengan keamanan kendaraan mahasiswa. Langkah tegas tersebut diperkuat oleh pernyataan Rektor UII dalam surat keputusan No. 1003/Rek/10/DSDM/4/2019, bahwa satpam boleh melakukan penggembosan ban kendaraan mahasiswa yang tidak melakukan parkir di tempat parkir yang seharusnya.

Beberapa mahasiswa mengeluhkan adanya penutupan lahan tersebut, karena hal tersebut membuat mereka (mahasiswa FIAI) diharuskan parkir di kantong (lahan parkir -red) timur FTI yang perlu mengantre dan membeludak karena diisi oleh mahasiswa dari tiga fakultas. Meskipun begitu, pihak Dekanat FTI sudah melakukan rapat internal dengan pihak Dekanat FIAI bahwa penutupan tersebut dilakukan sebagai upaya penertiban sebagai akses jalan menuju laboratorium. Hal ini dikarenakan pihak Dekanat FTI sendiri juga menuai protes dari jurusan Teknik Mesin yang memerlukan akses barang muatan besar untuk laboratorium.

Harapan salah satu mahasiswa untuk kedepannya “Untuk harapan yang lebih nyaman kedepannya. Semoga gedung FIAI cepat selesai jadi kami paham akan ditaruh mana parkiran. Walaupun kita belum tahu parkirannya di mana namun setidaknya dapat tempat untuk anak FIAI parkir,” tutur  Icha Dwiyana Oktavia, salah satu mahasiswi FIAI.

Reportasi Bersama: Dina, Gisya, Rahma, Farah, Yaqub

Baca Juga:  Pelepasan 800 Balon Merah Putih Mewarnai Opening Ceremony PESTA

Editor: Vebri

Bagikan: