Berada di masa pandemi covid-19, Pesona Ta’aruf Universitas Islam Indonesia 2020 diadakan secara daring mengandalkan platform media sosial dan kanal informasi.

Penyebaran corona virus yang semakin marak di Indonesia, serta pembatasan sosial menyebabkan penyelenggaraan Pesona Taa’ruf (PESTA) UII 2020 terasa berbeda. Situasi yang tidak mendukung membuat LEM UII menyelenggarakan PESTA UII 2020 secara daring. Keadaan pandemi kegiatan PESTA UII 2020 tetap berjalan, yang diikuti sebanyak 5.830 mahasiswa baru. Terlebih pemanfaatan media sosial dan virtual dalam penyampaian materi secara daring.

Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 9 hingga 13 September 2020 ini menggunakan dan memanfaatkan berbagai kanal informasi untuk memberikan info terkait PESTA UII 2020 kepada maba UII seperti website, Youtube, Instagram, Zoom Meeting, dan Google Classroom. Berbagai kegiatan interaktif serta webinar dan talkshow dengan pemateri seperti dr. Reisa Broto Asmoro, Kang Maman Suherman, dan Skinnyindonesian24. Untuk membantu maba dalam mengenal lingkungan UII, panitia menyediakan Virtual Tour kampus secara online, video, dan booklet yang berisikan informasi terkait UII, yang dapat diakses dan diunduh oleh maba pada laman dan akun resmi PESTA 2020. Namun, sebagian maba merasa belum terlalu memahami info-info terkait Universitas seperti yang diungkapkan oleh M. Rafly Triadi dari Fakultas Hukum, “menurut saya sih udah lumayan efektif ya, kan jadi bikin apa yang bikin kek book apa book apa itu namanya untuk semua info-info begitunya jadi udah lumayan efektif sih, tapi belum dalam belum belum mendalamnya.”

Baca Juga:  Bendera Eksternal "Masih" Berkibar di Kuliah Perdana

Peralihan kegiatan secara daring, tentu menghadirkan kendala dalam pelaksanaan kegiatan PESTA UII secara daring adalah yang pertama kali. Seperti yang diungkapkan oleh Akbar Daffa Raharja selaku ketua Steering Committee Kegiatan PESTA UII 2020. “Saya lihat dari SC ya mbak, untuk kendalanya sebenernya gini saya bener-bener membuat konsep yang tidak offline yang di-online-kan gitu, saya benar-benar membuat konsep yang sangat baru,” jelasnya. Selain mengalami kendala peralihan menjadi kegiatan online, Akbar Daffa Raharja juga mengungkapkan bahwa kendala lain yang dialami oleh panitia adalah masalah komunikasi. “Kemudian kendala-kendalanya mungkin terjadi karena ini, ya apa namanya. Komunikasi mungkin ya, yang paling besar komunikasi karena kita biasa obrolan, komunikasi, dan berdiskusi. Itu kan biasanya langsung gitu. Nah, ini online segala macem nah itu yang susah, disitu kendalanya.”

Baca Juga:  Berpolitik Tak Selalu Berkonotasi Negatif

Kendala dalam hal komunikasi juga dialami oleh maba UII, seperti yang diungkapkan oleh Sekar Arum, maba dari Prodi Teknik Sipil, “kalau menurut saya miss komunikasi pasti ada, kadang kalau memberi informasi di sebuah grup kadang tertimbun dengan chatchat baru jadi kurang efektif.” Beberapa kendala lain yang dialami oleh para maba UII. “Kendalanya cuma waktu pengenalan-pengenalan UKM dan segala macem tuh masih kurang mengerti gitu dan juga waktu pemutaran video apa segala macem itu sinyalnya kadang-kadang bagus kadang-kadang enggak jadi patah-patah kan dan juga video nya patah-patah itu sihh kayak kurang menikmati video yang diberikan,” ungkap M. Rafly Triadi, maba dari Fakultas Hukum. Ia juga menyampaikan bahwa aktivitas pada PESTA UII 2020 ini menarik, “menurut aku sendiri sih, udah lumayan ini ya udah udah bagus sih kalo menarik juga kan pada aktivitas ospek nya.” Sekar Arum dari Prodi Teknik Sipil turut menambahkan, “Kesannya asik sih tapi kurang kerasa aja kali ya feel-nya soalnya kan online gitu jadi kurang kerasa berbaur sama temennya gitu.”

Bagikan: