Pernahkah kalian mendengar kata “uang dapat menyelamatkan diri” ? Bukankah kalian setuju dengan itu ? Uang memang dapat menyelamatkan diri bukan ? Penyelamat dari kemiskinan salah satunya. Bahkan dengan uang, kita dapat membeli hal tertentu sesuai keinginan dan kebutuhan. Tapi tahu tidak, disisi lain uang adalah penghancur ? Penghancur diri, hingga yang paling kronis adalah penghancur iman. Uang, semakin besar nominalnya, semakin besar pula ia dapat disebut sebagai penghancur. Kenapa ? Karena semakin banyak nilainya, jika dari awal pandangan kita salah, maka timbullah ambisi untuk mendapatkan yang lebih. Hal tersebut terjadi akibat minimnya rasa syukur dan anggapan uang adalah raja di kehidupan kita. 

Sudah banyak kejadian orang-orang yang dibutakan karena uang. Tentu saja salah satunya yang paling melekat disekitar kita, yang setiap saat diberitakan, yang setiap saat mendapat teguran tapi tidak sadar-sadar, adalah orang-orang pelaku korupsi. Dasar tikus berdasi ! Keluar masuk jeruji besi, tapi tidak membuat mereka jera. Loh ya jelas tidak jera, jeruji besi yang mereka tempati masih diberi fasilitas yang layak. Tampilannya saja yang terlihat sempit, tapi didalamnya cukup lah untuk bisa tidur nyenyak sampai mimpi indah. Bahkan tempat tahanan itu lebih bagus dari kamar kos kita-kita ini. Hidup dengan kemewahan, tertawa kencang diatas penderitaan orang lain. 

Mereka berkuasa, mereka dilindungi. Dengan kekuasaan yang ada mereka mampu mengeruk kekayaan sebanyak – banyaknya, sepuas hati mereka di negeri ini, hanya demi kepentingan pribadi. Sedikit demi sedikit, mencoba-coba dengan dalih akan dikembalikan, namun justru menjadi candu tanpa memikirkan konsekuensi. Memang pintar dalam mencari peluang, dimana ada peluang disitulah keuntungan yang bisa mereka keruk. Tidak melihat siapa yang mereka rugikan, selama tidak ada yang berkutik, permainan demi permainan tetap dijalankan. Ternyata benar kata-kata menohok dari Alm. pemeran Kasino Warkop DKI bahwa:

“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar tapi kekurangan orang jujur” 

Orang – orang yang berkomitmen memberantas korupsi sudah berupaya untuk memberantasnya, terus mencari cara agar tidak ada kejadian yang sama. Namun, akar yang mereka berantas ini terlalu banyak, belum lagi tidak adanya dukungan kuat dalam komitmen sehingga merekalah yang dilemahkan. Kemakmuran dan keadilan seolah – olah direnggut secara paksa. Hilang sudah kepercayaan masyarakat pada yang seharusnya membimbing rakyat, mensejahterakan rakyat, memperjuangkan rakyat. Semoga semua ini cepat berlalu. Ingatkan pada diri kita, bahwa jangan sampai melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan, yang dapat merusak diri dan merugikan orang lain. Tanamkan sejak dini, tindakan korupsi adalah hal yang salah, hina dimuka umum bahkan di hadapan Sang Pencipta. 

Editor: Zenta Hapsari Elfariani

Bagikan: